Tunis, Gontornews — Presiden Tunisia, Beji Ceid Essebsi, meninggal dunia di usianya yang ke 92 tahun, Kamis (25/7) pagi waktu setempat. Pihak Kepresiden melansir bahwa sejak satu bulan terakhir, Essebsi, sapaan akrabnya, mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat menderita sakit parah.
βPada Kamis (25/7) pagi, Presiden Republik Tunisia meninggal dunia di rumah sakit militer di Tunis. Upacara pemakaman akan diumumkan segera,β ungkap pernyataan resmi pihak kepresidenan sebagaimana dilansir Reuters.
Terkait wafatnya Presiden Essebsi, Tunisia menyatakan hari berkabung nasional untuk 7 hari ke depan. Sesuai dengan aturan konstitusi, Ketua Parlemen Tunisia, Mohamed Ennaceur dilantik sebagai Presiden sementara guna memperlancar transisi kekuasaan menjelang pemlihan Presiden yang dihelat bulan Oktober mendatang.
Sebagai informasi, Essebsi dikenal sebagai pemandu transisi negara Tunisia pascarevolusi Tunisia pada tahun 2011 silam. Ia dinilai sebagai salah satu tokoh di balik aksi penggulingan Presiden Tunisia sebelumnya, Zine El-Abidine Ben Ali, yang dianggap sebagai salah satu pemimpin otoriter di Timur Tengah seperti halnya di Libya maupun Mesir.
Sejak Ben Ali terguling dari kursi Presiden, Essebsi lantas mendirikan partai Nidaa Tounes pada tahun 2012. Dari situ, partai yang didirikan Essebsi menguasai sebagaian besar kursi pemerintah untuk mengimbangi kebangkitan Islam yang diusung oleh mantan Presiden Ben Ali. Dua tahun setelah Ben Ali terguling, Essebsi didaulat menjadi Presiden terpilih setelah Tunisia melakukan pemilihan presiden pertama secara bebas. [Mohamad Deny Irawan]






















