Ankara, Gontornews — Turki dan Amerika Serikat melanjutkan negosiasi untuk pembelian sistem rudal anti-balistik Raytheon Patriot.
Dirilis hurriyetdailynews.com, para pejabat dari kementerian pertahanan Turki mengungkapkan hal itu di tengah ketegangan bilateral yang sedang berlangsung karena Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.
“Presidensi Industri Pertahanan sedang melanjutkan pembicaraan dengan AS untuk pengadaan sistem Patriot sebagai proyek alternatif untuk pemenuhan kebutuhan kita sebagai bagian dari program Pertahanan Udara dan Rudal Jarak Jauh,” kata pejabat senior dari Kementerian Pertahanan kepada media di briefing pada 25 Juli.
Turki telah lama mengkritik Amerika Serikat karena mengabaikan permintaannya untuk membeli Patriot dalam upaya menambah pertahanan udara dan menekankan bahwa mereka harus membeli sistem yang sama dari Rusia setelah upaya sebelumnya ditolak oleh Washington.
Amerika Serikat telah membalas surat permintaan Turki untuk akuisisi Patriot pada awal Januari tahun ini, tetapi tawaran pertamanya tidak memuaskan pemerintah Turki.
Pejabat AS mengatakan mereka mengajukan tawaran yang jauh lebih baik ke Turki pada bulan Maret dan masih menunggu tanggapan resmi.
Presiden Recep Tayyip Erdogan telah beberapa kali menggarisbawahi bahwa Turki masih dapat mempertimbangkan untuk membeli sistem Patriot senilai $ 3,5 miliar seandainya tawaran tersebut memenuhi kriteria mereka.
Masalah ini diangkat pada pertemuan antara Erdogan dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan tatap muka terbaru mereka di Osaka pada akhir Juni. [RM]





















