pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Oase

Prestasi Gemilang Muslim Prancis

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
29 October 2018
in Oase
0

Jakarta, Gontornews — Bagi pesepakbola membela tim nasional (timnas) di ajang Piala Dunia merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka. Sehingga mengenakan kostum timnas di pertandingan sepakbola dunia merupakan pengalaman berharga. Apalagi sampai membawa pulang trophy untuk negaranya. Meski umat Islam bukan sebagai mayoritas di Prancis, tidak bisa dipungkiri ada kontribusi pemain Muslim bagi Prancis dalam Piala Dunia 2018 yang digelar beberapa waktu lalu.

Prancis selama ini dikenal sebagai salah satu negara multikultural. Kebijakan pemerintah Prancis yang memberikan kemudahan bagi imigran Afrika dan Timur Tengah sebagai salah satu penyebab banyaknya Muslim di negara beribukota Paris itu. Kemenangan Prancis di Piala Dunia tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Muslim dunia, karena dari 23 pemain Prancis yang diboyong ke Rusia, ada saudara seagama kita yang bermain di skuad tim Ayam Jantan di ajang ini.

Di Timnas Prancis ada nama Ousman Dembele, Djibril Sidibe, Adil Rami, Benjamin Mendy, N’Golo Kante, dan Nabil Fekir yang merupakan pemain bola Muslim yang cukup berprestasi dalam ajang kejuaraan olahraga sepakbola dunia kemarin. Mereka turut berkontribusi untuk keberhasilan Prancis yang membawa pulang trophy setelah wasit Nestor Pitana membunyikan pluit panjang tanda akhir pertandingan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzniki Moskow, Rusia.

Ya. Hari Ahad, Prancis membawa pulang tropi Piala Dunia 2018 yang pertama setelah 20 tahun mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2. Ketika para penggemar sepakbola merayakan kemenangan setelah lama ditunggu-tunggu, pengguna media sosial memiliki tujuan yang berbeda. Retorika dan standar ganda Islamofobia Prancis segera menjadi topik diskusi, karena banyak yang mengingatkan dunia bahwa Tim Nasional Prancis termasuk tujuh pemain Muslim yang unggul selama pertandingan terakhir.

BACA JUGA

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 2)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 1)

Cara Muslim di AS Mendidik Non-Muslim

Menengok Kehidupan Muslim di Thailand Selatan

Di banyak negara di seluruh Eropa , “Muslim akan disemangati dan diperjuangkan jika mereka luar biasa, menghibur dan memajukan kepentingan nasional,” tulis salah satu pengguna Twitter. Tapi, ketika Muslim melakukan kejahatan , hampir 1,8 miliar pemeluk Islam disalahkan, dipermalukan, dan diseret ke dalam kumpulan preman pembunuh. “Islamophobia merajalela di Prancis, tetapi Muslim memimpin Prancis ke kemenangan Piala Dunia,” ujar ujar Profesor dari Universitas Detroit Khaled Beydoun dalam bidang hukum yang intens melawan gerakan islamophobia.

Melalui akun twitternya, penulis buku American Islamophobia: Understanding the Roots & Rise of Fear (Islamophobia Amerika: Memahami Akar dan Kebangkitan Ketakutan). “Islamophobia merajalela di Prancis: Larangan jilbab, 60% dari narapidana adalah Muslim dan Islam diposisikan sebagai “bertentangan dengan identitas Prancis. Tetapi Muslim memimpin Prancis meraih kemenangan dalam #WorldCup. “Di Eropa, umat Islam akan disemangati dan diperjuangkan jika mereka luar biasa, menghibur dan memajukan kepentingan nasional, tulis @KhaledBeydoun dikutip lamanStepFeed.

MITOS: “Islamophobia di Prancis tidak ada” tulis Khaled Beydoun dalam ciutan di akun @KhaledBeydoun. Realitasnya, tulis Khaled, jilbab dilarang di negeri ini, 60% narapidana di Prancis adalah Muslim, juga adanya ‘program pengawasan massal’ terhadap komunitas Muslim. Sementara Kashif N Chaudhry, seorang dokter di Englewood yang sering mengkampanyekan gerakan melawan isIamophobia di Prancis menulis ciutan di akun twitternya. Menyindir standar ganda terhadap Islam di Prancis. “Jika aku mencetak gol, aku orang Prancis. Jika tidak, aku orang Arab,” katanya melalui akun @KashifMD.

Seperti diketahui 15 dari 23 skuad Timnas Prancis keturunan imigran Afrika. 7 dari 23 skuad Timnas Prancis adalah Muslim. 3 dan 4 gol kemenangan Prancis di pertandingan final dicetak pemain keturunan imigran (Afrika dan Eropa). Selamat telah memenangkan #WorldCup. “80% dari tim Anda adalah orang Afrika, 50% dari tim Anda adalah Muslim, hentikan rasisme, xenophobia dan islamophobia di Prancis. Orang Afrika dan Muslim membantu Prancis merebut gelar Piala Dunia untuk kedua kali, sekarang berikan mereka keadilan,” tulis Khaled Beydoun. Berikut ini adalah beberapa profil pemain Muslim yang membantu Prancis merebut gelar Piala Dunia untuk kedua kali.

Paul Pogba

Para penggemar sepakbola tentu sudah banyak yang mengetahui bahwa gelandang Manchester United yang satu ini. Adalah Paul Pogba timnas Prancis ini dikenal sebagai seorang Muslim taat. Ia beberapa kali ke Makkah untuk menjalani ibadah umrah. Bahkan, sebelum gelaran Piala Dunia, Paul Pogba menyempatkan diri mengunjungi rumah Allah, seusai menunaikan musim Liga Primer Inggris. Saat berada di tengah lapangan juga tidak segan-segan menunjukkan ketaatannya. Sebelum kick-off dimulai, Pogba beberapa kali terlihat memanjatkan doa dengan menengadahkan kedua tangannya. Begitupun ketika berhasil mencetak gol. Pogba melakukan selebrasi dengan bersujud di pinggir lapangan. Foto dirinya bersama pesepakbola Muslim Djibril Sidibé melakukan sujud syukur pun menjadi viral seluruh dunia. Pemain sepakbola Prancis Muslim ini dianugerahi Penghargaan Pemain Muda Terbaik selama Piala Dunia 2014 setelah banyak mencetak gol selama turnamen.

Adil Rami

Pemain keturunan Maroko ini memilih berganti kewarganegaraan Prancis, tempatnya tumbuh besar dan berkembang sebagai pemain sepakbola. Adil Rami pernah membela klub Marseille, Valencia, AC Milan, dan saat ini berkarier di Sevilla, Spanyol. Ia berhasil merengkuh gelar ganda sebagai juara Liga Prancis dan Coupe de France pada 2010-2011 bersama Marseille. Adil Rami merupakan pemain beragama Islam selanjutnya yang dipercaya Didier Deschamps untuk memperkuat Timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Namun Adil Rami tak diberi kesempatan bermain pada partai final melawan Kroasia. Padahal saat bermain untuk Marseille, Rami yang biasa menempati posisi bek tengah cukup sering dipercaya. Pada musim 2017-2018 di Marseille, Rami telah tampil 33 kali dan telah mencetak satu gol di Liga Prancis.

N’Golo Kante
Sebagai keturunan imigran dari Mali, N’Golo Kante juga dikenal sebagai seorang Muslim yang taat. Gelandang Chelsea yang sempat masuk dalam nominasi Ballon D’or ini beberapa kali kedepatan sedang menunaikan ibadah Umrah setelah musim Liga Primer Inggris usai. Di tengah lapangan pun, pria yang akrab disapa Kante itu selalu memanjatkan doa sebelum pertandingan dimulai. Soal prestasi? jangan ditanya lagi. Ya. N’Golo Kante menjadi salah satu pemain Muslim yang mampu menembus skuad utama Prancis di Piala Dunia 2018. Kante yang ditugasi mengisi pos gelandang bertahan oleh pelatih Prancis, Didier Deshamps, disebut legenda sepak bola Inggris Garry Lineker sebagai ‘pemain terbaik di Piala Dunia 2018’

Djibril Sidibe

Bek berusia 24 tahun, dan aslinya Senegal. Djibril Sidibe adalah bek kanan yang membela AS Monaco sejak 2016. Sejak 2016 pula, nama Djibril Sidibe kerap kali mewarnai skuad Timnas Prancis. Meski masuk dalam daftar skuad besutan Didier Deschamps, pria berkepala plontos itu sama sekali tak mendapatkan menit bermain di ajang Piala Dunia. Bersama Paul Pogba pula Djibril Sidibe melakukan sujud syukur bersama sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan final Piala Dunia 2018. “Beberapa detik setelah Prancis dipastikan menjuarai Piala Dunia 2018, Pogba dan Sidibe melakukan sujud syukur,” tulis pengelola akun Instagram @united_daily.

Benjamin Mendy

Satu lagi pemain Timnas Prancis yang merupakan seorang Muslim, yakni Benjamin Mendy. Sama seperti Sidibe, Mendy juga berasal dari Senegal. Sama dengan Rami dan Sidibe, Mendy juga tak berkesempatan unjuk gigi di laga final Piala Dunia 2018. Meski demikian, pria 23 tahun tersebut turut larut di tengah lapangan setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan final Piala Dunia 2018 yang dimenangi Prancis. Benjamin Mendy merupakan bek kiri yang terikat kontrak dengan salah satu raksasa di Inggris, Manchester City, sejak 2017 lalu. Ia juga dipercaya menjadi bagian dari skuat Timnas Prancis dari 2017 silam.

Nabil Fekir

Prancis punya banyak pemain berbakat, dan pemain bola berdarah Aljazair ini punya banyak kesempatan untuk berjaya bersama negaranya sejak mendapatkan caps pertamanya pada tahun 2015. Pesepakbola kelahiran 18 Juli1993 ini masuk sebagai satu dari 23 pemain dalam skuad final Timnas Prancis di putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia pada 14 Juni-15 Juli 2018 lalu. Pesepakbola kelahiran Lyon Prancis ini memiliki kesamaan dengan legenda Prancis, Zinedine Zidane. Fekir adalah anak dari imigran Aljazair yang dahulu pernah dijajah Prancis. Ia pernah dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Liga Prancis 2014-2015.

Ousmane Dembele

Penyerang berusia 21 tahun ini bermain untuk klub Spanyol, Barcelona. Dembele berasal dari Mali, Mauritania, dan Senegal. Dia memenangkan Piala Jerman DFB-Pokal dengan Borussia Dortmund pada 2016-17 di samping La Liga 2017-18 dan Copa del Rey 2017-18 dengan Barcelona. Selanjutnya, ia dinobatkan sebagai Pemain Muda UNFP Ligue 1 Tahun 2015–16, Terobosan Liga Champions UEFA XI: 2016, Bundesliga Rookie of the Season 2016–17, dan Man of the match pada Final DFB Pokal 201. Ia juga masuk pada Tim Bundesliga Musim 2016–17. [M Khaerul Muttaqien]

Tags: MuslimPrancisSepakbola
Share30Tweet19Send
Previous Post

Satu Orang Tewas dalam Krisis Politik di Sri Lanka

Next Post

Kabar Muslim Uighur

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result