Kebahagian Umat Islam kembali terpancar setelah Pemerintah Indonesia hendak menetapkan Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir sebagai Pahlawan Nasional melalui SK Presiden tanggal 8 November 2019. Hal itu sekaligus memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November mendatang.
Informasi mengenai penetapan Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir sebagai Pahlawan Nasional diperoleh melalui pesan di media sosial yang dikirimkan oleh Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhamadiyah Muhammad Habib Chirzin. Isi pesan tersebut adalah,
“Turut bersyukur dan berbahagia, in syaa Allah Bpk Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, mantan Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Yogyakarta; Rektor UII; ditetapkan oleh pemerintah RI melalui SK Presiden, sebagai Pahlawan Nasional, tgl 8 November 2019, sekaligus untuk menyambut hari Pahlawan 2019 .
Semoga bermanfaat dan Barokah .
Wassalamu’alaikum wr wb
Habib Chirzin,
Mengenal sosok Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir
Abdul Kahar Muzzakir adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang lahir di Gading, Yogyakarta, 16 April 1907.
Kiprahnya di bidang politik, agama dan pendidikan memang tidak banyak diketahui. Akan tetapi, cicit dari Kiyai Hasan Busyairi, salah seorang pemimpin tarekat Syattariyah yang bergabung dengan Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial itu merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sebagai mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di Kairo, Mesir, Abdul Kahar Muzzakir kerap tampil dipodium internasional yang mewakili Mahasiswa Indonesia, salah satunya menghadiri konferensi Muslim internasional di Timur Tengah.
Laki-laki yang pernah menjabat sebagai Rektor UII ini juga pernah menjadi redaktur Koran Palestina al-Tsaurah. Bahkan ia juga pernah menjabat sebagai sekertaris asisten mufti Palestina Sayid Amin al-Husaini dalam sebuah kongres Islam di Yarusalem tahun 1930, tatkala baru berusia 23 tahun.
Karena kecerdasannya dalam menjalankan politik internasionalnya, HM Rasjidi, salah seorang mantan Menteri Agama RI sampai mengatakan,
“Pada periode 1930-an di Kairo dan Timur Tengah, orang-orang mengenal dan bersimpati pada Indonesia, karena aktivitas Abdul Kahar, sehingga ia merupakan lambang atau personifikasi Indonesia di Timur Tengah. Dengan demikian Abdul Kahar telah menjalankan tugas duta yang sebaik-baiknya.”
Itulah sebagian dari sejarah seorang Prof. KH. Abdul Kahar Muzzakir, dan masih banyak prestasi baik di bidang agama, politik maupun pendidikan yang telah ditorehkan dan keberhasilannya membesarkan nama Indonesia di kancah dunia.[Devi Lusianawati/Berbagai sumber]






















