Jakarta, Gontornews — Mahasiswa yang menerapkan pola pesantren termasuk memakai sarung dan menghafal Al-Qur’an memiliki kecerdasan di atas mahasiswa pada umumnya. Demikian dituturkan Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Imam Suprayoga dalam bertema “Sarung sebagai Identitas Budaya Indoneia” yang diselenggarakan Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (6/4) lalu.
“Saya masih ingat pertama kali, mahasiswa yang diberi hafalan Al-Quran dan hafal 30 juz ternyata mahasiswa dari jurusan Fisika. Tahun berikutnya yang terbaik dari jurusan Matamatika hafal 30 juz. Tahun berikutnya mahasiswa Matematika lagi, kemudian mahasiswa jurusan Ekonomi hafal 30 juz,” katanya seperti dikutip nuonline.
Selain hafal Al-Qur’an dan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi, kata dia, skripsinya ditulis dalam bahasa Arab dan ada juga yang menulis skripsi dengan sembilan bahasa, yaitu Bahasa Korea, Mandarin, Inggris, Jepang, Arab, Rusia, Indonesia, Jawa, hingga pihak kampus kesulitan mencari penguji. “Ternyata memang luar biasa anak pesantren kalau dipelihara. Jadi sarungan juga hebat loh,”jelasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]




















