Depok, Gontornews — Dunia tulis menulis selain bisa dijadikan sebagai alat berbagi ilmu pengetahuan kepada para pembaca, ternyata juga bisa dijadikan sebagai alat self healing (penyembuhan diri). Terkait hal itu, Sinta Yudisia SPsi MPsi, Psikolog, pada sebuah Kajian Muslimah Balaikota berkesempatan membagikan sekilas manfaat menulis dan motivasi agar peserta semangat belajar mendalami dunia tulis menulis.
Self healingΒ penting demi kedamaian dan keseimbangan diri. Sebab inti dari kegiatan ini adalah mencoba menyembuhkan luka batin yang dirasakan akibat berbagai peristiwa hidup yang menimbulkan emosi negatif. Dalam kajian yang mengangkat tema, βMenulis Sebagai Self Healing dan Personal Brandingβ tersebut, ibu empat anak yang sekaligus juga Founder PELITA (Pengajian Literasi Sastra) ini menyampaikan, βMenulis adalah bagian dari bentuk mengekspresikan emosi kita.β
Menulis di buku atau catatan harian akan sangat membantu prosesΒ self healingΒ yang sedang dilakukan.Β Jika kita mampu menulis keseharian kita dalam sebuah buku kemudian bisa dipelajari banyak orang, maka akan banyak manfaat yang bisa didapat, baik terhadap si penulis tadi, maupun pembacanya.
Meski demikian, tidak semua orang mudah untuk merangkai kata. Tidak semuanya bisa berbicara dan mengungkapkan isi hati. βMaka, ayo kita budayakan punya diary,β ungkap Muslimah yang telah memiliki banyak prestasi menulis baik nasional maupun internasional itu. Sebab dengan diary ini seseorang akan terlatih untuk terus menerus menulis dan menceritakan hal-hal kecil maupun besar di kehidupannya.
Perintah untuk menyelami dunia pena sebetulnya sudah tertulis di al-Qurβan antara lain dalam al-Qurβan Surat al-Qalam ayat pertama yang artinya, βNun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan.β Disini Allah bersumpah dengan alat tulis (bisa pena, hp, laptop, dan lainnya). Berbagai ayat dalam al-Qurβan yang berbicara akan hal ini mensifatkan bahwa manusia itu dekat dengan kegiatan membaca dan menulis.
Dengan membiasakan budaya menulis khususnya menyangkut beragam hal positif di kehidupan ini, otomatis akan banyak sebab keselamatan yang bisa didapat. Writer, Psychologist, and Marriage Counseler Trainer ini pun kemudian menegaskan agar kita jangan jerumuskan diri dalam kebinasaan, sebab ada orang yang sulit bercerita, namun ia justru mudah menyakiti diri sendiri. βJangan menyerahkan diri kepada hal-hal yang menyebabkan kebinasaan, akan tetapi rencanakanlah untuk kalian sebab-sebab keselamatan,β pungkas Ketua Umum Forum Lingkar Pena Pusat 2013-2017 itu Jumat (26/8/2022) kepada Gontornews.com. [Edithya Miranti]





















