Douma, Gontornews – Puluhan orang tewas setelah pasukan Pemerintah Suriah melancarkan serangan di Douma, kota yang dikendalikan oposisi di Ghouta Timur, Jumat (6/4).
Serangan yang dilancarkan pasukan pro pemerintah yang dibantu Rusia telah mengisyaratkan gencatan senjata selama 10 hari untuk mengevakuasi para pejuang oposisi dari daerah yang terkepung di pinggiran ibukota, Damaskus.
Menurut Pertahanan Sipil Suriah, kelompok penyelamat yang beroperasi di daerah yang dikuasai oposisi di Suriah, serangan udara telah menewaskan sedikitnya 30 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Rekaman TV lokal telah menunjukkan asap tebal mengepul dari berbagai bagian Douma.
Sementara itu, pasukan pemerintah Suriah mengatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas penembakan yang dilakukan Jaish al-Islam, kelompok oposisi ke daerah yang dikuasai pemerintah dan menewaskan empat orang.
Akan tetapi, tuduhan pemerintah tersebut dibantah langsung oleh Jaish al-Islam, kelompok oppsisi terakhir yang tersisa di Ghouta Timur. Kelompok itu telah melakukan negosiasi yang ditengahi Rusia dengan pemerintah Suriah selama beberapa hari terakhir.Puluhan ribu diperkirakan akan tersisa di Douma.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric mengatakan pecahnya pertempuran yang baru terjadi di Douma merupakan keprihatinan besar.”Masih ada sejumlah orang yang terkepung dan terperangkap di daerah itu,” katanya kepada wartawan di markas besar PBB di New York, Aljazeera.
Dia menambahkan bahwa serangan yang dilakukan pemerintah adalah pelanggaran hukum internasional karena telah menargetkan infrastruktur sipil dan warga sipil.
Pekan lalu, dua kelompok oppsisi mencapai kesepakatan evakuasi dengan tentara Rusia, yang menyebabkan sekitar 19.000 orang memgungsi ke provinsi utara Idlib. Mereka termasuk pejuang dari kelompok oposisi Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham serta keluarga mereka dan warga lainnya.
Kelompok-kelompok oposisi itu berpendapat bahwa evakuasi adalah pemindahan paksa. Perjanjian evakuasi sendiri menyusul setelah adanya serangan pemerintah yang didukung Rusia pada Februari dan Maret yang menewaskan ratusan orang di Ghouta Timur.
Hingga saat ini, diperkirakan 150.000 penduduk Ghouta Timur telah dievakuasi ke Suriah utara.

















