Doha, Gontornews — Dewan pariwisata Qatar mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan visa kepada warga negara Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain. Langkah ini dilakukan setelah keempat negara memutuskan hubungan diplomatik serta perdagangan menyusul adanya tuduhan terorisme yang dialamatkan kepada negara kecil tapi kaya tersebut.
Perwakilan Dewan Pariwisata Qatar, Akbar Al-Baker, kembali menegaskan bahwa Qatar tidak akan membiarkan warga Mesir memasuki negara tersebut untuk ambil bagian dalam mempromosikan Qatar sebagai destinasi wisata.
βVisa tidak akan terbuka bagi musuh kita. Sebalinya, visa sangat terbuka bagi teman-teman kita,β kata Baker menyoal isu kedatangan sejumlah warga Mesir ke Qatar.
βApakah visa terbuka bagi kita (warga Qatar) untuk pergi ke sana (Mesir)? Tidak. Jadi, mengapa kita harus membukanya untuk mereka? Semuanya terjadi karena ada hubungan timbal balik,β tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.
Komentar yang dikeluarkan oleh Baker merupakan komentar pertama yang dikeluarkan oleh seorang pejabat Qatar setelah hampir dua tahun berkonflik dengan keempat negara terutama Mesir.
Dapat dikatakan bahwa banyak warga Mesir yang hendak ke Qatar tertutup sejak 2017. Meski demikian, Qatar tetap mengeluarkan visa bagi warga Mesir dengan syarat mereka memiliki hubungan dekat dengan warga negara Qatar atau menghadiri acara yang mendapatkan persetujuan khusus dari otoritas setempat.
Sebagaimana diketahui, Qatar tercatat memiliki 2,7 juta warga namun hanya memiliki lebih dari 300.000 warga negara yang terdaftar. Mereka tidak mempublikasikan statistik kependudukan dengan memecah populasi berdasarkan kebangsaan. Salah satu konsultan swasta memaparkan bahwa pada tahun 2017, ada sekitar 200.000 orang Mesir yang tinggal dan bekerja di Qatar.
βKetika anda membuka lengan ke Qatar, Qatar akan membuka lengannya lebih besar untuk Anda. Tetapi jika ada menjadi musuh Qatar, maka kami juga akan memperlakukan anda sebagai musuh,β tutup Baker. [Mohamad Deny Irawan]






















