New York, Gontornews — Qatar kembali membantah tuduhan Arab Saudi dan sekutunya soal dukungannya pada aksi terorisme. Hal itu disampaikan Qatar dalam Majelis Umum PBB.
Perwakilan Qatar untuk PBB, Ahmad Saif Al Kuwari, mengatakan bahwa tuduhan Arab Saudi dan sekutunya hanyalah tuduhan tanpa bukti. Mereka melakukan blokade tanpa alasan yang kuat.
“Mereka tidak mempraktikkan apa yang mereka bicarakan,” katanya dikutip Aljazeera.
Menurut Kuwari, negara-negara pemblokir khususnya Arab Saudi dan UEA justru tidak menghormati kedaulatan negara dan ikut campur dalam urusan negara lain. Hal tersebut dibuktikannya dalam upaya mengacaukan keamanan dan stabilitas di Qatar.
“Itu mereka lakukan berulang kali dan mereka merencanakan dan membiayai upaya kudeta yang gagal di Qatar,” lanjutnya.
Selain itu dalam majelis tersebut, ia mengingatkan Arab Saudi dan UEA atas keterlibatan mereka dalam perang di Yaman dan ketidakstabilan di Libya. Bahkan, penyelidikan Kongres AS mengenai serangan 11 September telah menyalahkan kedua negara lantaran dianggap telah menyediakan surga bagi teroris.
Sementara itu, menanggapi apa yang disampaikan Qatar, Perwakilan UAE mengatakan jika Qatar sedang mengadopsi manuver politik untuk memperburuk krisis yang sedang berlangsung.
“Alih-alih menghormati kewajiban internasional dan menyelesaikan krisis, Qatar justru telah menambahkan dimensi internasional baru dengan membahas masalah hukum yang diambil oleh Uni Emirat Arab bekerjasama dengan Bahrain, Arab Saudi dan Mesir,” katanya.
Perwakilan UEA itu juga mengatakan Qatar sedang mencoba untuk menyebarkan informasi yang salah tentang tindakan yang diambil UEA dan sekutu. “Langkah-langkah ini merupakan respon terhadap sikap destabilisasi Qatar selama beberapa dekade,” paparnya.
Juni tahun lalu, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memberlakukan embargo terhadap negara kaya gas tersebut dan menimbulkan keretakan terburuk dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC).
Keempat negara tersebut memutuskan semua hubungan diplomatik dan perdagangan serta menuduh Qatar mencari hubungan yang lebih dekat dengan saingan regional mereka, Iran dan mendukung terorisme. Namun semua tuduhan tersebut dibantah keras oleh Doha. [Devi Lusianawati]






















