Istanbul, Gontornews — Bagi sebagian besar masyarakat muslim, Turki menjadi destinasi pendidikan terbaik di dunia. Selain karena geografis Turki yang berada di dua benua, Asia dan Eropa, perkembangan teknologi Turki juga menjadi daya tarik pendidikan dunia saat ini.
Pun dengan Muhammad Aldi Subekti, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor, yang mencoba peruntungannya sebagai mahasiswa internasional di Turki. Tidak tanggung-tanggung, alumnus Gontr 2014 tersebut mampu meraih 7 beasiswa di Turki.
Ketujuh beasiswa yang diraih oleh Aldi, sapaan akrabnya, di Negeri Attaturk adalah: Turkiye Diyanet Vakfi (TDV), Kementerian Agama Turki, Bab’i Alem Uluslarasi Ogrenci Dernegi, Yeni Dunya Vakfi, Ilim Yayma Cemiyeti, pertukaran pelajar Eramus+ dan beasiswa Gubernur Istanbul yang dikoordinir oleh Turk Dunyasi ve Akraba Topluluklari.
Bagi Aldi, pendidikan saat merasakan ujian lisan (syafahi) di Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan pengalaman pribadi yang sangat membekas dan sangat bermanfaat terkhusus saat dirinya merasakan wawancara beasiswa pertamanya.
“Pengalaman ujian lisan selama studi di Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan banyak sumbangsih guna persiapan wawancaranya,” tutur Aldi kepada Gontornews.
“Kebiasaan saya untuk datang ke tempat ujian lisan beberapa jam sebelum sesi wawancara dimulai juga menjadi faktor penting dalam mempersiapkan sesi wawancara beasiswa di Turki,” tambah mahasiswa Fakultas Teknologi, Istanbul University tersebut.
Selain pengalaman ujian lisan, Aldi mengaku kemampuan berbahasa asing, Arab dan Inggris, di Pondok Modern Darussalam Gontor menambah kepercayaan diri untuk dapat berkomunikasi dengan komunitas internasional.
“Saat itu, saya mendapatkan pertanyaan menarik dari pewawancara. Saat itu pewawancara menanyakan tentang bahasa apa yang digunakan untuk wawancara kali ini. Saya tegas menjawab, bahasa Inggris dan bahasa Arab,” jawabnya yahanu.
“Padahal yang mewawancarai saya saat itu adalah Wakil Dekan Fakultas Teknologi, Istanbul University, tempat saya menempuh pendidikan strata 1,” tambah Aldi.
Terakhir, Aldi menyampaikan bahwa mahasiswa pencari beasiswa harus memiliki mental kompetisi: mental untuk siap menang dan mental untuk siap menang. Baginya, pengalaman meraih kegagalan tidak lain merupakan proses untuk menuju kesuksesan.
“Sebanyak kita gagal, sebanyak itu pul akita belajar dari kegagalan agar meraih kesuksesan di masa mendatang,” pungkas Aldi. [Mohamad Deny Irawan]






















