Dubai, Gontornews — Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin tentang keinginannya untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, dengan penekanan khusus pada kemitraan mereka dalam aliansi OPEC dan negara-negara penghasil minyak.
Dalam pembicaraan telepon itu, kedua pemimpin juga membahas kerjasama G20 menjelang KTT yang akan berlangsung dua bulan mendatang dan kemajuan Rusia dalam mengembangkan vaksin COVID-19.
Menurut pernyataan dari Saudi Press Agency seperti dikutip Arabnews.com, Raja Salman menyatakan “kepuasan atas peningkatan pertukaran perdagangan antara kedua negara, menekankan peran konstruktif Federasi Rusia di OPEC + dalam mencapai stabilitas dan keseimbangan di pasar minyak.”
Presiden Putin menyoroti “kerjasama yang bermanfaat dengan Arab Saudi di bidang energi.”
Kedua pemimpin juga membahas kerjasama G20 untuk mengurangi efek pandemi COVID-19 dan kembali ke kehidupan normal.
Putin menyoroti kerjasama yang berkelanjutan antara kedua negara dalam upaya menemukan vaksin untuk penyakit tersebut. Rusia telah mengembangkan vaksin pertama – Sputnik V – untuk didaftarkan ke administrasi kesehatan nasional, dan bekerjasama dengan Kerajaan Saudi untuk uji coba secara luas kepada manusia di Rusia dan negara lain.
Vaksin Rusia baru-baru ini dinilai baik dalam studi peer-review di jurnal ilmiah bergengsi Inggris The Lancet, yang menemukan bahwa vaksin itu efektif dalam mengembangkan antibodi tanpa efek samping yang serius.
Arab Saudi merupakan satu dari lima negara tempat uji coba vaksin Rusia kepada manusia. Para ilmuwan dari Kerajaan Saudi telah menghubungi Institut Gamaleya Moskow, tempat vaksin itu dikembangkan. []




















