pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 8 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Ramadhan: Momentum Wujudkan Keteladanan Pemimpin

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
19 March 2025
in Tafsir
0
Ramadhan: Momentum Wujudkan Keteladanan Pemimpin

Foto: Haibunda

Landasan Teologis

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran: 159)

Asbabun Nuzul

BACA JUGA

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Imam Abu Bakar mengisahkan Nabi Muhammad SAW di saat perang badar. Pada waktu itu, Nabi Muhammad SAW mengajak Abu Bakar dan Umar bin Khattab untuk bermusyawarah terkait tawanan perang badar.

Abu Bakar memberikan usulan kepada Nabi Muhammad SAW agar para tawanan dikembalikan kepada keluarganya dengan syarat membayar tebusan. Sedangkan usulan Umar bin Khattab agar para tawanan dihukum dan yang mengeksekusi keluarganya sendiri.

Menanggapi usulan dua sahabatnya, Nabi Muhammad SAW mengalami kesulitan untuk memutuskan pendapat mana yang mau diambil. Maka sebab itu turunlah ayat Ali-Imran ayat 159, sehingga Nabi Muhammad SAW mengambil pendapat Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Interpretasi Para Mufasir

Sayyid Qutub menjelaskan mengenai ayat ini bahwa manusia selalu membutuhkan seseorang yang penuh kasih sayang, wajah yang teduh, ramah, cinta dan kasih sayang, serta jiwa yang penuh kelembutan.

Sifat yang baik tersebut menurut Sayyid Qutb, mengisyaratkan bahwa sikap lemah lembut harus dimiliki oleh setiap Mukmin, terlebih lagi jika dirinya seorang pemimpin.

Dalam ayat tersebut, kata “fadhdhan” artinya keras. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maknanya adalah keras dan kasar dalam berbicara. Ini sikap yang secara fitrah dibenci oleh manusia.

Jika pemimpin memiliki kata-kata kasar dan keras hati, manusia akan menjauhinya. Kalaupun ada yang mendekat, biasanya hanya karena takut dan terpaksa.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an menjelaskan bahwa ayat ini antara lain menerangkan tentang sarana dakwah yang ampuh, yang dapat menarik manusia ke dalam agama Allah yaitu akhlak mulia, di samping adanya pujian dan pahala yang istimewa bagi pelakunya. Hal ini merupakan sikap ihsan. Oleh karena itu, beliau menggabungkan antara sikap memaafkan dan sikap ihsan.

Adapun dalam setiap urusan membutuhkan adanya musyawarah, pemikiran yang matang dan pandangan yang tajam. Misalnya dalam urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lain. Musyawarah memiliki banyak faedah dan maslahat duniawi maupun agama.

Menurut Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an musyawarah memiliki beberapa faedah, antara lain: 1) Musyawarah termasuk ibadah yang mendekatkan diri seseorang kepada Allah, 2) Di dalamnya terdapat sikap menghargai pendapat orang lain, sehingga mereka menjadi senang kepada kita, 3) Dapat menyatukan visi dan misi, 4) Menerangi akal pikiran, 5) Menutupi kekurangan yang ada pada orang lain, 6) Membuahkan keputusan yang bijak, tepat dan benar. Hal itu, karena hampir tidak ditemukan ada keputusan yang salah dalam musyawarah.

Berikut ini isi kandungan surat Ali Imran ayat 159 yang disarikan dari tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Al-Azhar. Pertama, Rasulullah SAW tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah kepada sebagian kaum Muslimin yang melakukan pelanggaran dalam keadaan genting Perang Uhud. Bahkan beliau memaafkannya dan memohonkan ampun untuk mereka. Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, sikap lemah lembut yang ditunjukkan Nabi SAW merupakan salah satu rahmat Allah kepada makhluk-Nya.

Kedua, sikap lemah lembut, rasa rahmat, belas kasihan, dan cinta kasih yang ditanamkan Allah SWT kepada Rasulullah ini mempengaruhi sikap beliau dalam memimpin. Sikap tersebut mempengaruhi cara kepemimpinan seseorang.

Ketiga, Rasulullah SAW selalu bermusyawarah dalam segala hal, terlebih dalam urusan peperangan. Hal ini merupakan anjuran bagi umat Islam, untuk senantiasa bermusyawarah sebelum mengambil keputusan.

Keempat, musyawarah merupakan salah satu cara untuk mengambil kesepakatan bersama. Sebagaimana Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Bakar dan Umar: “Seandainya kamu berdua berkumpul dalam suatu musyawarah, aku tidak akan berbeda denganmu.”

Kelima, anjuran untuk patuh terhadap kesepakatan dari hasil musyawarah yang telah dilakukan.

Keenam, bertawakal sepenuhnya kepada Allah karena Dia pemberi pertolongan dan pembela bagi hamba-Nya.

Nilai-Nilai Pedagogis

QS Ali Imran: 159 mengandung sejumlah nilai-nilai pedagogis (pendidikan) bagi manusia. Pertama, nilai kepemimpinan. Ramadhan mengajarkan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Pemimpin sejati tidak hanya mengarahkan, tetapi juga memberi contoh dalam tindakan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan, guru dapat menjadi teladan yang menunjukkan sikap sabar, rendah hati, disiplin, dan penuh empati dalam mengelola kelas dan berinteraksi dengan siswa.

Kedua, kesabaran dan ketekunan. Ramadhan merupakan waktu yang penuh tantangan, terutama dalam menahan diri dan menjaga konsistensi. Ini mencerminkan nilai ketekunan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pemimpin yang baik, seperti seorang guru, harus memiliki kesabaran dalam menghadapi tantangan dan tetap tekun dalam membantu siswa berkembang, meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Ketiga, empati dan kepedulian sosial. Ramadhan mengajarkan umat untuk berbagi dengan sesama dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Dalam konteks pendidikan, seorang pemimpin (guru) perlu menunjukkan empati kepada siswa, memahami kondisi mereka, dan memberikan perhatian lebih bagi mereka yang membutuhkan. Ini mengajarkan siswa tentang pentingnya saling mendukung dan peduli terhadap orang lain.

Keempat, disiplin dan tanggung jawab. Selama Ramadhan, umat Islam dilatih untuk menjaga disiplin, terutama dalam menjalankan ibadah puasa. Nilai ini dapat diterapkan dalam pendidikan dengan mengajarkan siswa tentang pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan tugas, menjaga waktu, dan bertanggung jawab terhadap apa yang diamanahkan kepada mereka, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan Teoritis

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas moral serta etika dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mengajarkan nilai-nilai kesabaran, kejujuran, empati, tolong menolong serta kedisiplinan sebagai seorang pemimpin atas apa yang dipimpinnya.

Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Ketahuilah Setiap kalian pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, istri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya. Dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari)

Ramadhan bukan hanya sekadar ritual keagamaan untuk menahan lapar dan haus semata, akan tetapi lebih dari itu, sebab jika ditelisik lebih jauh, Ramadhan juga menjadi metode training kepemimpinan yang komprehensif.

Dalam menjalani puasa, setidaknya dapat melatih pengendalian diri terhadap hawa nafsu, lapar, haus dan perbuatan-perbuatan yang membatalkan atau setidaknya mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Kedisiplinan dalam menjalankan puasa penting bagi pemimpin dalam mengendalikan emosi, mengambil keputusan rasional, dan menyelesaikan tugas. Misalkan seorang pemimpin harus tetap fokus dan menyelesaikan rapat penting di tengah rasa lapar dan haus. Di sisi lain, pemimpin juga dituntut mampu mengendalikan emosi saat menghadapi situasi sulit dan penuh tekanan.

Cara Mewujudkan Keteladanan Pemimpin

Lalu bagaimana cara mewujudkan keteladanan pemimpin melalui momentum Ramadhan? Pertama, Kesabaran dan Ketabahan. Kata Imam Al-Ghazali, puasa setengahnya sabar, setengahnya Iman. Sehingga, puasa melatih kesabaran dalam menghadapi rasa lapar/haus, godaan dan situasi tidak terduga. Ketabahan ini penting bagi pemimpin dalam menghadapi situasi sulit dan kritis. Konsekuensinya, pemimpin mesti tetap sabar dan tabah meskipun dihadapkan dengan kritikan dan hinaan. Sehingga, seorang pemimpin dapat menyelesaikan masalah dengan tenang dan sabar.

Allah SWT berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (QS Az-Zumar: 10)

Kedua, Kepekaan dan Kepeduliaan Sosial. Salah satu pelajaran penting dari puasa yaitu membantu pemimpin ikut “merasakan” kebutuhan mereka yang kurang beruntung. Pemimpin yang peka akan mengambil alih tanggung jawab dengan berusaha membantu dan meringankan beban rakyatnya. Zakat, infaq, dan sedekah di bulan Ramadhan menjadi sarana mewujudkan kepedulian sosial. Sehingga, seorang pemimpin dapat langsung turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu merupakan ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At-Taubah: 103)

Ketiga, Pengendalian Diri dan Kedisiplinan. Puasa merupakan latihan kepemimpinan diri, yang dimulai dari mengendalikan hawa nafsu, disiplin dan mengarahkan diri kepada hal-hal positif. Pemimpin yang mampu mengendalikan diri dan disiplin, dengan mudah akan dapat memimpin diri sendiri akan mampu memimpin orang lain dengan lebih baik dengan selalu bersama-sama dengan sesama. Rasulullah SAW bersabda:

يَصُومُ مَعَ الْإِمَامِ وَجَمَاعَةِ الْمُسْلِمِينَ فِي الصَّحْوِ وَالْغَيْمِ

“Berpuasalah bersama pemimpin kalian dan bersama kaum Muslimin lainnya (di negeri kalian) baik ketika melihat hilal dalam keadaan cuaca cerah atau mendung.” (HR Imam Ahmad)

Keempat, Keteguhan dan Ketahanan Mental. Puasa dapat melatih keteguhan dalam menghadapi godaan syahwat dan rasa lapar/haus. Keteguhan dan ketahanan mental ini penting bagi pemimpin dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’.” (HR Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani)

Kelima, Kebijaksanaan dan Keadilan. Puasa melatih kebijaksanaan dalam mengatur waktu dan energi, serta keadilan dalam membagi perhatian kepada berbagai aspek kehidupan. Pemimpin yang bijaksana dan adil akan mampu memimpin dengan penuh pertimbangan dan kebijaksanaan. Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Ma’idah: 8)

Keenam, Semangat Kebersamaan dan Solidaritas. Puasa Ramadhan merupakan momen untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarumat Islam. pemimpin yang mampu membangun kebersamaan dan solidaritas akan mampu menciptakan suasana kondusif dan harmonis dalam masyarakat. Sehingga, selama Ramadhan, pemimpin sering mengadakan buka puasa bersama rakyatnya. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائمًا، كانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أجْر الصَّائمِ شيءٍ

“Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR Tirmizi, 807. Ibnu Majah, 1746)

Kisah Teladan

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Namun, puasa Ramadhan tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mendalami nilai-nilai spiritual dan mengambil inspirasi dari kisah-kisah teladan para Sahabat Rasulullah SAW.

Para Sahabat Nabi Muhammad SAW merupakan sosok-sosok yang memegang peran penting dalam penyebaran agama Islam serta menjadi teladan dalam beribadah. Kisah-kisah kehidupan mereka, termasuk dalam menjalankan puasa Ramadhan, memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi umat Islam hingga saat ini.

Kesungguhan Abu Bakar As-Shiddiq

Abu Bakar As-Shiddiq, sahabat terdekat dan paling setia kepada Nabi Muhammad SAW, dikenal karena kesungguhannya dalam beribadah. Meskipun memiliki kondisi fisik yang lemah, Abu Bakar tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Kisahnya mengajarkan kita tentang keuletan dan keteguhan hati dalam menjalankan ibadah, meskipun dihadapkan pada berbagai cobaan.

Kegigihan Umar bin Khattab

Umar bin Khattab, salah satu Khalifah Islam yang paling dikenal dengan keadilan dan keberaniannya, juga merupakan teladan dalam menjalankan puasa Ramadhan. Meskipun memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin umat Islam, Umar tetap memprioritaskan ibadahnya. Kisah-kisah tentang kegigihannya dalam menjalankan puasa Ramadhan mengajarkan kita tentang pentingnya konsistensi dan komitmen dalam beribadah.

Kebajikan Utsman bin Affan

Utsman bin Affan, seorang sahabat yang kaya raya, terkenal dengan kedermawanannya dan kecintaannya dalam beribadah. Meskipun memiliki kekayaan yang berlimpah, Ustman tidak pernah melupakan nilai-nilai kesederhanaan dan keikhlasan dalam beribadah, termasuk dalam menjalankan puasa Ramadhan. Kisah tentang kebajikannya mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi dan mengasihi sesama, serta menunjukkan bahwa kekayaan material tidak boleh menghalangi seseorang untuk beribadah dengan tulus.

Kehidupan Sederhana Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW, dikenal dengan kehidupan sederhananya. Meskipun memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, Ali tetap hidup sederhana. Kisah-kisah tentang kesederhanaan Ali dalam menjalani puasa Ramadhan mengajarkan kita tentang pentingnya merendahkan diri di hadapan Allah SWT, serta menghindari kemewahan dan kemewahan duniawi yang melalaikan.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّاۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 127) []

Tags: PemimpinRamadhanTeladan
Share44Tweet27Send
Previous Post

Tazakka Terima Kunjungan Ketua MPR Ahmad Muzani

Next Post

Gerakan Ayo Peduli Sesama Salurkan 196 Juta Untuk Program Beasiswa Pendidikan Yatim & Dhuafa di Pesantren Tahun Ajaran 2024-2025

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result