Haarlem, Gontornews — Ratusan warga yang tergabung dalam Asosiasi Uighur di Belanda mengadakan demonstrasi di depan stasiun kereta api Haarlem, Kamis (3/10). Dalam tuntutannya, mereka mendesak pemerintah Cina untuk memberikan keadilan dan merestorasi hak asasi manusia yang diterima oleh etnis minoritas muslim Uighur.
Para demonstran menyatakan kemarahannya terhadap kampanye sistematik yang dilakukan oleh pemerintah Cina terhadap muslim Uighur. Tidak hanya itu, pemerintah Cina juga dituduh melakukan tindakan represif terhadap Uighur dan menahan hak-hak agama, komersial dan kebudayaan mereka.
Sebagaimana dilansir Anadolu, para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang berisi tentang seruan untuk kemerdekaan Uighur. Mereka juga menggelar deklarasi yang menekankan tantangan yang dihadapi oleh muslim Uighur setiap harinya.
Mereka juga menuntut pemerintah Cina agar menutup kamp konsentrasi dan menghormati kebebasan beragama di Uighur.
Teakhir, mereka mendesak negara-negara di Eropa agar mengambil langkah-langkah konkrit untuk menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Pemerintah Cina terhadap etnis Uighur. [Mohamad Deny Irawan]




















