Pattani, Gontornews – Rektor Universitas Darussalam Gonotr, Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi menerima gelar akademik kehormatan dari Fatoni University, Thailand, untuk bidang Studi Islam, Sabtu (26/3). Selain Prof Amal, mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsudin juga meraih gelar serupa dari Fatony University untuk bidang peradaban Islam.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Manahij Dirasat al-Islamiyah fi al-Jami’at al-Islamiyah; Tahaddiyat wa al-Mustaqbal, Ustadz Amal, sapaan akrab santrinya menyampaikan pentingnya framework yang benar dalam Studi Islam.
Lebih lanjut, ustadz Amal memaparkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh framework Studi Islam utamanya tantangan dari dalam yang berupa metode berinteraksi dengan teks dan turats Islam, dan tantangan dari luar yang berupa metode berinteraksi dengan peradaban dan modernisasi Barat.
Tantangan ini dianggap serius karena kegagalan dalam berinteraksi menghasilkan kejumudan dan ekstrimisme yang menghasilkan penyimpangan dari track orisinilitas.
Maka metodologi studi harus dibangun diatas smart framework yang mengkombinasikan antara dua metode pembacaan dua ayat-ayat Allah; ayat-ayat Allah yang terlihat dan ayat-ayat Allah yang tertulis, antara orisinalitas dan Kemodernan, jauh dari kejumudan dan liberalisme serta jauh dari ekstrimitas dan peleburan.
Di akhir, Ustadz Amal menandaskan bahwa anugerah kehormatan yang diraihnya bukan buah usahanya sendiri tapi merupakan buah dari usaha Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Dasussalam Gontor, tempat dimana beliau berdedikasi.
Anugerah ini diberikan bersamaan dengan acara Convocation (Wisuda Mahasiswa) ke 14 Universitas Patoni yang dalam kesempatan ini dihadiri oleh Anggota Dewan Kurator dari sejumlah Negara Arab diantaranya: Dr Abdul Aziz bin Abdullah al-Ammar (Deputy Minister for Islamic Affair), juga Prof Dr Khalid bin Abdurrahman al-Ojaime (Academican of al-Imam Mohammed bin Saud Islamic University) serta Prof Dr Rasyed H R Al-Tayyar; Dosen Ushuluddin, al-Imam Muhammad bin Saud Islamic University) ketiganya dari Saudi Arabia.
Hadir pula Dr Mutlaq al-Qarawi (Mantan Deputy Minister for Awqaf and Islamic Affair) dari Kuwait, serta Dr Kholifa Jassim al-Kuwari (Adviser to the Minister of Awqaf and Islamic Affair) dari Qattar. [Mohamad Deny Irawan]

















