Ankara, Gontornews — Sedikitnya 18 orang tewas ketika sebuah restoran Turki di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou, diserang kelompok bersenjata. Sorang warga Turki termasuk di antara mereka yang tewas.
Kementerian Luar Negeri Turki, Senin (14/8), mengatakan seorang Turki lainnya terluka dalam serangan tanggal 13 Agustus itu.
Saksi mata mengatakan, tiga orang bersenjata tiba di sebuah restoran Turki pada 13 Agustus malam dan melepaskan tembakan ke arah pelanggan yang duduk di luar. Pemerintah kemudian melancarkan serangan balasan.
“Sebuah serangan teroris di restoran Istanbul di Ouagadougou’s Kwame Nkrumah Avenue menewaskan 17 orang. Belum diketahui asal negara mereka,” demikian bunyi pernyataan pemerintah sebagaimana dirilis hurriyetdailynews.com.
Pemerintah menambahkan, 12 orang lainnya terluka.
Menteri Komunikasi Remis Dandjinou mengatakan, tidak jelas berapa banyak penyerang yang terlibat. Namun yang pasti, “Mereka hanya menyerang satu bagian bangunan. Pasukan keamanan dan elit sedang melakukan operasi,” katanya di televisi.
Polisi mengevakuasi warga sipil dari daerah tersebut sebelum melancarkan serangan balasan dan terjadi baku tembak sporadis saat operasi berlanjut.
Seorang tentara mengatakan, ada sandera di lantai dua dan pertama gedung dua lantai yang menampung restoran Turki itu.
“Walikota Ouagadougou dan seorang menteri berada di tempat kejadian,” tambahnya.
Rekaman video yang diposkan di Twitter memperlihatkan orang-orang melarikan diri, saat terdengar suara teriakan dan tembakan. Petugas bersenjata berseragam kemudian terlihat berjalan menuju lokasi serangan.
Seorang wartawan AFP di lokasi kejadian mengatakan, tembakan tersebut berhenti sekitar pukul 03:00 waktu setempat.
Burkina Faso, sebuah negara yang terkurung daratan yang berbatasan dengan Mali dan Niger, kerap mengalami serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok jihad dalam beberapa tahun terakhir. [Rusdiono Mukri]



















