Jakarta, Gontornews — Kajian Muslimah Balaikota DKI Jakarta pada Jumat (14/10/2022) mengundang Ustadzah Nur Hamidah dalam sebuah acara bertajuk, “Rindu Kami Padamu Ya Rasul”. Acara ini digelar pada Jumat siang sekitar pukul 12.30 WIB dan turut disiarkan secara live via aplikasi Zoom Meeting dan kanal Youtube.
Ustadzah Hamidah dalam pemaparan materinya menjelaskan secara panjang lebar akan anjuran kepada setiap Muslim untuk bisa lebih semangat mempelajari kisah hidup Rasulullah SAW hingga kemudian bisa semakin dekat dan mencintai Rasulnya.
Kepada Gontornews.com, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al Qudwa Depok tersebut menuturkan, “Pada bulan ini (Rabiul Awal) kita harus memancarkan kerinduan kepada Rasulullah SAW.” Maka, diantara cara agar kita bisa merindukannya adalah dengan mengenal sosok mulia Rasulullah SAW. Kita pun bisa memulainya dari mengenal polemik dan fase kehidupan Rasulullah SAW baik pada masa prakenabian hingga masa kenabian sang Rasul.
Kemudian ustadzah cantik berkacamata itu pun juga menjabarkan akan cara mencintai Rasulullah SAW. “Cara mencintai Rasulullah SAW adalah pertama, berpegang teguh dengan wasiatnya yakni menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ulas Ustadzah Hamidah. Artinya, sebagai seorang Muslim kita pun penting untuk mengamalkan ajaran al-Qur’an dalam kehidupan kita, sehingga bisa memiliki akhlak yang qur’aniy layaknya akhlak Rasulullah SAW.
Kedua, Menghadirkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam keseharian kita. Ketiga, bershalawat kepadanya.
Abdullah bin Mas’ud RA ia berkata, “Jika kalian membaca shalawat kepada Rasulullah SAW maka baguskanlah, sebab kalian tidak tahu, bisa jadi shalawat itu dihadirkan di hadapannya (Rasulullah).” HR Ibnu Majah: 896.
Dalam sebuah Hadits Riwayat At-Tirmidzi disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku…”
Semoga dengan semua penjelasan di atas, kita semua bisa terus menjadi hamba Allah SWT yang dimuliakan-Nya serta bisa menjadi umat Rasulullah SAW yang selalu dirindukan olehnya dan juga merindukannya. <Edithya Miranti>





















