Michigan, Gontornews — Sebuah riset peneliti Michigan State University (MSU) Amerika Serikat mengungkap bahwa 1,7 juta orang dewasa di Michigan memilih untuk tidak memiliki anak atau menjalani kehidupan tanpa anak (childfree). Para peneliti mengatakan angka ini sangat besar dan mengejutkan banyak orang serta mendorong untuk melakukan penelitian lanjutan.
“Kami menemukan bahwa 20,9 persen orang dewasa di Michigan tidak menginginkan anak. Angka ini sangat cocok dengan perkiraan kami sebelumnya sebesar 21,6 persen atau lebih dari 1,6 juta orang di Michigan memilih untuk tidak memiliki anak,” kata Jenifer Watling Neal, guru besar psikologi di MSU.
“Secara demografis, Michigan mirip dengan Amerika Serikat. Jadi, temuan ini bisa berarti 50-60 juta orang Amerika tidak memiliki anak,” sambungnya sebagaimana dilansir Scitech Daily.
Penelitian ini menggunakan data sampel perwakilan dari 1000 orang dewasa yang menyelesaikan Survei Negara Bagian MSU yang dilakukan oleh Institute for Public Policy and Social Research.
“Banyak orang dewasa tidak ingin memiliki anak dan tampaknya tidak ada perbedaan berdasarkan usia, pendidikan atau pendapatan,” kata Zachary Neal, rekan penulis utama dalam penelitian tersebut.
“Namun, hidup tanpa anak menjadi sesuatu yang umum di kalangan orang dewasa yang mengidentifikasi mereka sebagai laki-laki, berkulit putih atau memilih untuk selalu melajang,” imbuh Neal.
Beberapa pihak menyatakan keprihatinannya dengan temuan ini karena mereka berpotensi menyesali keputusannya untuk tidak memiliki anak. Namun, Watling Neal menjelaskan bahwa mereka tidak menemukan penyesalahan hidup terhadap pihak yang memiliki tidak memiliki anak.
“Kami tidak menemukan bukti bahwa orang dewasa yang tidak memiliki anak mengalami lebih banyak penyesalan hidup dari pada mereka yang lebih tua. Faktanya, orang tua cenderung ingin mengubah sesuatu dalam hidup mereka,” jelas Watling Neal.
Meski demikian, peneliti mengatakan kelompok ini membutuhkan lebih banyak perhatian karena hak reproduksi secara nasional sedang mengalami pengikisan.
“Pembatasan negara terhadap perawatan kesehatan reproduksi dapat mengakibatkan banyak orang dipaksa untuk memiliki anak meskipun tidak menginginkannya. Inilah yang sangat memprihatinkan,” ucap Neal.
Saat ini, peneliti sedang memeriksa tentang kemungkinan pembatasan aborsi pada orang dewasa terhadap pilihan untuk tidak memiliki anak. [Mohamad Deny Irawan]






















