London, Gontornews — Sebuah studi global, Kamis (4/3/2021), mengaitkan tingkat obesitas warga dari sebuah negara dengan angka kematian akibat Covid-19. Penelitian tersebut menyebut bahwa 50 persen angka kematian akibat Covid-19 terjadi pada pasien obesitas.
Studi tersebut menganalisis data angka kematian Covid-19 dari John Hopkins University Amerika Serikat dengan World Health Organizations Global Health Observatory. Para peneliti memiliki contoh beberapa negara yang memiliki angka obesitas yang dramatis terkait dengan tingkat kematian Covid-19 yang tinggi.
“Lihat negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Mereka memiliki tingkat kematian Covid-19 yang sangat rendah serta tingkat obesitas orang dewasa yang sangat rendah,” kata penasihat ahli World Obesity Federation, Tim Lobstein, kepada Reuters.
“Mereka telah memprioritaskan kesehatan masyarakat di berbagai tindakan, termasuk bobot populasi dan itu telah terbayar dalam pandemi,” imbuhnya.
Laporan tersebut menggambarkan korelasi ‘dramatis’ antara kematian akibat Covid-19 dan tingkat obesitas di negara-negara tersebut. Mereka menemukan bahwa 90 persen atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian akibat pandemi terjadi pada sebuah negara dengan tingkat obesitas tinggi.
Sebaliknya, laporan tersebut menemukan bahwa Amerika Serikat dan Inggris menjelma sebagai negara dengan angka kematian akibat Covid-19 dan obesitas yang relatif seimbang.
Sebagai informasi, Inggris memiliki tingkat kematian 19 per 100.000 pasien dengan 67,3 persennya adalah orang dewasa dengan kelebihan berat badan. Sementara Amerika Serikat yang melaporkan 152,39 kematian per 100.000 pasien mengonfirmasi 67,9 persen orang dewasa dengan kelebihan berat badan.
Profesor kedokteran dari Liverpool University dan World Obesity Federation, John Wilding, mengatakan obesitas mungkin terkait dengan risiko kesehatan utama Covid-19 dan mendapatkan prioritas penerima vaksin.
“Sangat penting bagi kami untuk menyadari bahwa obesitas meningkatkan risikonya,” kata temuan tersebut.
“Oleh karena itu, seperti peyakit lain seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, orang dengan obesitas harus dipertimbangkan sebagai prioritas awal dalam program vaksinasi di seluruh dunia,” tutup temuan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]



















