Surabaya, Gontornewas — Ekonom DR. Rizal Ramli membeberkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 8% per tahun pada 2020-2024. Dalam suratnya untuk redaksi elshinta yang diterima hari, Kamis 12/4/2019, Rizal menyampaikan rencana terobosan-terobosan yang akan dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo-Sandi.
Pertumbuhan Ekonomi rata-rata 8% tahun 2020-2024 dengan cara-cara terobosan yang innovatif, bukan cara “business as usual”. “Dengan kebijakan makro-ekonomi yang lebih stimulatif tetapi semakin prudent”.
Memompa daya beli rakyat golongan bawah, tanpa kartu-kartu “lolypop”, dengan kebijakan pro-rakyat: Dalam 100 hari menurunkan tarif listrik 900VA dan 450 VA, menurunkan harga pangan, menaikkan gaji PNS lebih tinggi dari inflasi (Pemerintah Gus Dur, Menkonya RR & Pak Kwik, naikkan gaji PNS 125% dalam 21 bulan.
Ini naikkan 5% saja sudah bangga setengah mati, padahal inflasi total 4 tahun terakhir 13%, jadi PNS justru rugi -8%, itupun sebagian besar belum dibayarkan. Dengan langkah-langkah Prabowo, daya beli rakyat akan meningkat, serta membangkitkan kembali sektor ritel yang saat ini sangat lesu.
Membangun 1 juta perumahan untuk rakyat dan membangkitkan sektor real estate. Dengan langkah ini akan tercipta tambahan 3,5 juta lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung, dan tambah pertumbuhan ekonomi 1,5 % per tahun.
RR & Kwik pernah naikkan pertumbuhan ekonomi dari -3% menjadi +4,5% dalam 21 bulan tahun 2000-2001, dengan utang yang berkurang melalui “innovative debt management” seperti debt swap, debt-to- nature swap dan lain-lain.
Mencapai Kedaulatan Pangan, Kedaulatan Keuangan, Kedaulatan Energi dan Air untuk Rakyat se-maksimum mungkin, dan dengan all-out, bukan “business as usual”
Mengubah strategi menarik investasi. Pertumbuhan ekonomi sekitar 5%. mending mereka ke India (7,1%), Vietnam (7,1%), Filipina (6,2%), bahkan Bangladesh (7,7%). Pemerintahan Prabowo Sandi akan ganti strategi, genjot dulu pertumbuhan ekonomi 8%, tidak perlu ngemis sini ngemis sana, yang tidak datang, akan merugi sendiri.
4,5 tahun terakhir, terjadi percepatan deindustrialisasi (accelerated de-industrialization). Industri hanya tumbuh 4%, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi, 5%. Tidak aneh pekerjaan susah dan upah mandeg.
Itu terjadi karena kebijakan impor ugal-ugalan, export strategy yang tidak agresif, dan paket 16 kebijakan yang tidak effektif. Prabowo-Sandi akan percepat industrialisasi dengan strategi yang jelas untuk meningkatkan daya saing produksi Indonesia.
Khusus untuk mencapai kedaulatan pangan, Prabowo-Sandi akan mengubah sistem kartel-cum-quota impor, yang merupakan sumber korupsi besar, menjadi sistim tarif yang juga berfungsi melindungi petani.
Prabowo Sandi akan membangun 1 juta sawah padi baru, 1 juta kebon Jagung baru, dan 0,5 juta ladang tebu baru, reforestrasi jutaan Ha. Tapi yang paling penting, Prabowo-Sandi komit untuk laksanakan “Kebijakan Pro-Tani” sehingga menjadi petani untung dan makmur, melalui “Pendapatan Petani naik 2 kali lipat dalam 5 tahun,” melalui penetapan harga dasar untuk 3 komoditi penting.
Prabowo Sandi akan mengubah demokrasi kriminal menjadi demokrasi yang amanah dan accountable melalui reformasi pembiayaan partai politik.
Membenahi Hukum, sehingga kebocoran anggaran sebesar 2000 Trilliun (dari pengeluaran dan potensi penerimaan KPK) bisa dihapuskan dan digunakan sebesar-basarnya untuk kemakmuran rakyat.[DJ/Elshinta]






















