Gaziantep, Gontornews — Setidaknya dua bom barel telah menghantam rumah sakit terbesar di Kota Aleppo, Suriah, Sabtu (1/10).
Fasilitas kesehatan yang dikenal dengan sebutan M10 itu, sebelumnya sudah dihantam bom pada hari Rabu (28/9) bersama dengan rumah sakit terbesar kedua di daerah itu.
Adham Sahloul dari Suriah American Medical Society (SAMS) mengatakan, “Dua bom barel menyerang rumah sakit M10 dan juga ada laporan penggunaan bom kluster.” Bom barel telah membunuh tanpa pandang bulu.
Charles Stratford dari Al Jazeera yang melaporkan dari Gaziantep, perbatasan Turki-Suriah, mengatakan hanya setengah rumah sakit yang buka hari Sabtu sebagai akibat dari serangan sebelumnya. Krisis kemanusiaan Suriah terus memburuk.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, mengatakan satu orang tewas dalam serangan terbaru. Namun ia belum bisa memastikan apakah korban itu pasien rumah sakit atau staf.
Sedangkan Stratford mengatakan, serangan terbaru itu setidaknya menewaskan tiga orang.
“Kami berbicara dengan anggota White Helmets, mereka mengatakan ada sekitar 60 orang di dalam rumah sakit yang sedang dirawat pada saat itu,” katanya.
“Mereka mengatakan bahwa orang-orang itu kini telah dievakuasi ke klinik kecil di daerah ini.”
Sedangkan Amr al-Halabi dari Al Jazeera mengatakan, mayat korban bisa dilihat di halaman rumah sakit.
“Mereka tewas akibat serangan,” katanya. “Mereka adalah pasien rumah sakit.”
“Salah satu roket jatuh di depan pintu masuk utama rumah sakit, di dekat pintu masuk darurat. Rumah sakit telah mengalami kerusakan parah.”
Seorang aktivis mengatakan kepada Al Jazeera, Sabtu (1/10), sedikitnya 30 warga sipil tewas oleh serangan Pemerintah Suriah atau serangan udara Rusia di Aleppo. [Rusdiono Mukri]




















