Yogyakarta, Gontornews — Sedikitnya 33 pasien dengan infeksi virus corona yang parah meninggal setelah pasokan oksigen medis cair habis Sabtu (3/7) malam di Rumah Sakit Umum Dr Sardjito Yogyakarta karena keterlambatan pasokan di akhir pekan, kata juru bicara rumah sakit Banu Hermawan.
Kekurangan oksigen di rumah sakit terbesar di kota itu disebabkan peningkatan pasien yang datang dalam kondisi memburuk, kata Hermawan dikutip Arabnews.com.
Setidaknya 63 pasien virus meninggal dalam perawatan untuk COVID-19 di rumah sakit sejak Sabtu – 33 di antaranya selama periode ketika pasokan oksigen cair habis – meskipun rumah sakit beralih menggunakan tabung oksigen selama pemadaman, katanya. Oksigen medis datang dalam bentuk cair dan terkompresi.
“Kondisi mereka yang memburuk memberikan kontribusi paling besar terhadap kematian mereka,” kata Hermawan.
Pasokan oksigen rumah sakit beroperasi kembali pada pukul 4:45 pagi hari Ahad, setelah 15 ton oksigen cair dikirim.
Rumah sakit telah meminta otoritas kesehatan untuk membantu kekurangan oksigen, termasuk meminta pasokan oksigen dari rumah sakit lain karena pasokan oksigen cair menurun ke tingkat kritis Sabtu malam, jelasnya.
Hermawan mengatakan rumah sakit beralih ke tabung oksigen, termasuk 100 tabung yang disumbangkan oleh Polda Yogyakarta.
Indonesia sedang berjuang melawan ledakan kasus COVID-19 yang telah membebani sistem perawatan kesehatannya.
Di seluruh Jawa, pulau terpadat di Indonesia, rumah sakit mulai mendirikan tenda darurat pada pertengahan Juni untuk unit perawatan intensif darurat, dan pasien menunggu berhari-hari sebelum dirawat. Tangki oksigen diberikan di trotoar bagi mereka yang cukup beruntung untuk menerimanya, sementara yang lain harus mencari tabung oksigen sendiri. []



















