Rusia, Gontornews — Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi mengatakan bahwa Moskow akan segera memasok Damaskus dengan sistem pertahanan rudal baru, Rabu (25/4). Namun Pernyataan itu tidak merinci seperti apa sistem yang akan diberikan kepada pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad yang juga merupakan sekutu utama Rusia.
Namun sebelumnya, Senin (23/4), harian Rusia Kommersant melaporkan bahwa Moskow hampir mengirim sistem pertahanan rudal S-300 kepada Suriah. Namun hal itu langsung dibantah Menteri Luar Negeri, Sergey Lavrov dan mengatakan bahwa negaranya belum memutuskan apakah akan mengirim sistem atau tidak.
“Kami harus menunggu untuk melihat keputusan spesifik apa yang akan diambil pimpinan Rusia dan perwakilan Suriah,” kata Lavrov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia, TASS.
Lavrov juga mengatakan, bahwa hal itu tidak akan dirahasiakan dan akan diumumkan jika sudah diputuskan.
Sementara itu, Pejabat tinggi Rusia mengatakan bahwa serangan udara yang dilakukan Barat terhadap Suriah awal bulan ini, membuat Moskow akan mempertimbangkan kembali janji yang diberikan satu dekade lalu untuk tidak memberikan Suriah dengan sistem S-300.
Menanggapi pemberian pertahanan udara oleh Rusia kepada Suriah, menteri pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan bahwa Tel Aviv akan menyerang sistem pertahanan anti-pesawat S-300 jika itu digunakan melawan Israel.
“Satu hal yang harus jelas, jika seseorang kebakaran di pesawat kami, kami akan menghancurkan mereka. Yang penting bagi kami adalah bahwa sistem pertahanan senjata yang ditransfer Rusia ke Suriah tidak digunakan untuk melawan kami,” kata Lieberman kepada situs Israel Ynet.
Namun, duta besar Rusia untuk Israel, Alexander Shein, menekankan bahwa Israel bukanlah target sistem pertahanan. Antar Rusia dan Israel terus dilakukan koordinasi tentang kondisi terbaru di Suriah. Sehingga tidak ada kemungkinan untuk Suriah menggunakan pertahanan udara yang diberikan Rusia untuk melawan Israel.
“Saya tidak bisa membayangkan skenario seperti itu,” kata Shein menanggapi ancaman Lieberman. Devi Lusianawati





















