Moskow, Gontornews — Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Ukraina bersalah atas terjadinya ketegangan di Crimea. Rusia memperingatkan, ketegangan itu dapat meningkat karena keputusan Ukraina yang menyatakan darurat militer.
Dalam pembicaraan melalui telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Selasa, Putin mengatakan, dia “sangat prihatin” atas insiden yang terjadi antara angkatan laut Ukraina dan penjaga pantai Rusia di lepas pantai Crimea akhir pekan lalu. Dalam peristiwa itu, Rusia merebut tiga kapal Ukraina dan menahan awaknya.
Presiden Rusia menuduh Ukraina memprovokasi konfrontasi karena alasan politik.
Sementara itu Jurubicara Merkel, Steffen Seibert, mengatakan kanselir dalam pembicaraan dengan Putin itu menekankan perlunya dialog untuk menurunkan eskalasi.
Beberapa jam setelah pembicaraan telepon antara Moskow dan Berlin, Kremlin juga mengeluarkan pernyataan mengecam darurat militer di Ukraina.
“Pengenaan undang-undang darurat militer di beberapa wilayah dapat menimbulkan risiko ketegangan di wilayah yang dilanda konflik,” kata jurubicara Kremlin Dmitry Peskov kepada kantor berita TASS.
Pemimpinan Ukraina menanggapi bentrokan akhir pekan itu dengan memberlakukan darurat militer pada hari Senin, sama seperti PBB yang mengadakan sidang darurat untuk membahas ketegangan yang meningkat di Crimea. [Rusdiono Mukri]





















