New Delhi, Gontornews — Perusahaan farmasi asal India, Stelis Biopharma, Jumβat (19/3/2021), mengonfirmasi hubungan kemitraan dengan Rusia dalam pengadaan vaksin Covid-19, Sputnik-V. Dalam kesepakatan kali ini, India mendapatkan porsi untuk memproduksi 200 juta dosis vaksin Sputnik-V asal Rusia.
Adalah perusahaan induk Stelis Biopharma, Strides Pharma Science, yang mengumumkan kerjasama dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF). Kesepakatan serupa juga terjalin antara RDIF dengan perusahaan farmasi lain, India Gland Pharma dan Hetero.
βVolume vaksin yang signifikan akan diproduksi bersama dengan Stelis akan membantu perluasan akses ke vaksin dalam skala global,β kata kepala eksekutif RDIF, Kirril Dmitriev, kepada Reuters.
Rencananya, Stelis dan RDIF berencana unutk mulai memasok vaksin pada kuartal ketiga tahun 2021. Sementara Stelis bekerja untuk memberikan volume tambahan dari luar kesepakatan awal.
Sebagai informasi, Sputnik V terbukti memiliki efikasi 91,6 persen terhadap Covid-19. Vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute Moskow tersebut juga mendapatkan izin persetujuan penggunaan lebih dari 50 negara.
Dengan kesepakatan ini, India menjelma sebagai negara dengan penghasil suntikan vaksin terbesar di dunia. Negeri Bollywood tersebut mengungguli Brazil, Cina dan Korea Selatan dalam hal memproduksi vaksin Covid-19.
Sebelum Sputnik V, India juga mendapatkan hak produksi vaksin AstraZeneca. India bahkan telah menghadiahkan atau menjual beberapa dosis vaksin produksi lokal ke 71 negara di dunia.
Sejauh ini, India memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca dan vaksin buatan Bharat Biotech. Sementara Sputnik V, regulator obat India masih membutuhkan beberapa data sehingga persetujuan penggunaan darurat belum diterbitkan. [Mohamad Deny Irawan]





















