Caracas, Gontornews — Turki, Rusia, dan Cina mendukung Nicolas Maduro sebagai pemimpin Venezuela. Berseberangan dengan kebijakan AS yang menyatakan Nicolas Maduro bukan lagi presiden Venezuela.
AS memberikan dukungan kepada pemimpin oposisi Juan Guaido yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dalam pidatonya di hadapan puluhan ribu orang di jalan-jalan ibukota, Caracas.
“Kami bersama Anda,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Maduro melalui telepon, menurut jurubicaranya Ibrahim Kalin. “Saudaraku Maduro. Tetap kuat, kami berada di sisimu.”
Erdogan mengatakan proses demokrasi harus dihormati.
“Sebagai negara yang percaya pada demokrasi … di mana pun di dunia ini ada upaya kudeta, kami melawan mereka semua tanpa perbedaan. Setiap orang harus menghormati hasil dari kotak suara.”
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kemudian mengatakan kepada saluran berita A Haber, “sangat aneh bahwa Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden meskipun negara tersebut telah memiliki pemimpin terpilih Maduro.”
Sementara itu, Rusia memperingatkan AS untuk tidak melakukan intervensi militer di Venezuela. Ia mengatakan dukungan AS terhadap Guaido merupakan “jalan menuju pelanggaran hukum dan pertumpahan darah”.
Kremlin, mengomentari pernyataan AS, mengatakan pada hari Kamis (24/1), intervensi militer di Venezuela sangat berbahaya. Ia menambahkan sejauh ini belum ada permintaan bantuan militer dari Venezuela.
Cina juga mendukung Maduro. “Cina selalu mempertahankan prinsip non-campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain, menentang intervensi eksternal dalam urusan dalam negeri Venezuela, dan menyerukan masyarakat internasional untuk menciptakan kondisi yang baik,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying seperti dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]


















