Damaskus, Gontornews — Kesepakatan untuk mendirikan “zona de-eskalasi” di Suriah mulai berlaku pada hari Jumat (5/5) tengah malam. Masih ada waktu satu bulan lagi sebelum semua rincian wilayah aman sepenuhnya selesai didirikan. Demikian kata seorang pejabat Rusia sebagaimana dirilis Aljazeera.
Rencana tersebut disepakati oleh Rusia, Turki, dan Iran saat perundingan Suriah di ibukota Kazakhstan, Astana, pada hari Kamis. Perundingan ini mendapat kritik keras dari oposisi Suriah yang menolak peran Iran sebagai penjamin dalam kesepakatan itu.
Empat zona aman akan didirikan yang akan membawa kelegaan bagi ratusan ribu warga sipil Suriah dan mendorong pengungsi untuk kembali ke rumah-rumah mereka, kata pejabat militer Rusia pada hari Jumat (5/5).
Keempat zona aman itu adalah:
Pertama, Idlib dan daerah timur laut Provinsi Latakia, wilayah barat Provinsi Aleppo dan wilayah utara Provinsi Hama. Ada lebih dari satu juta orang di zona tersebut.
Kedua, wilayah di utara Provinsi Homs. Ini termasuk al-Rastan dan Talbiseh, serta daerah terdekat yang dikendalikan oleh kelompok oposisi. Ada sekitar 180 ribu warga sipil di zona tersebut.
Ketiga, wilayah Ghouta Timur, rumah bagi sekitar 690 ribu warga sipil. Zona ini tidak termasuk daerah Kabun.
Zona keempat terletak di selatan Suriah dan mencakup wilayah Provinsi Deraa dan Quneitra. Sekitar 800 ribu warga sipil tinggal di sana. [Rusdiono Mukri]




















