Ponorogo, Gontornews — Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 berangsur-angsur pulih. Setelah sebelumnya menyambut kepulangan 41 santri, Rabu (22/7), Gontor Kampus 2 kembali menyambut kepulangan 23 santri dari Surabaya, Sabtu (25/7).
Jurubciara Satgas Covid-19, Ustadz Adib Fuadi Nuriz mengungkapkan kesyukuran atas kembalinya 23 santri negatif Covid-19 pada gelombang kedua ini. Ustadz Adib, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa persatuan lahir-batin menjadi faktor di balik cepat pulihnya kondisi santri terpapar Covid-19.
“Ini karena kita bersatu padu, bersama-sama menjadi satu kekuatan yang utuh, baik kekuatan internal maupun eksternal, kekuatan lahir maupun batin. Dengan ini, kami serahkan kembli 23 santri negatif Covid-19 kepada Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI Gontor Kampus 2. Semoga selanjutnya akan ada banyak lagi santri yang kembali pulih dan terbebas dari Covid-19,” kata Ustadz Adib dalam rilis yang diterima Gontornews.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Pengasuh Gontor Kampus 2, Ustadz Muhammad Hudaya, menjelaskan bahwa ikhtiar juga perlu dibarengi dengan ketakwaan dan ketawakalan.
“Fenomena alam berupa Covid-19 yang masuk ke wilayah kita, harus ditangani dengan Ikhtiar. Tapi ikhtiar saja tidak cukup. Kita juga perlu meningkatkan ketakwaan, dan yang terakhir, tawakal kepada Allah SWT,” jelas Ustadz Hudaya.
“Jangan khawatir, Allah SWT ini sedang menguji sekaligus menjaga kita. Anak-anak kita. Meskipun dinyatakan positif, tetap berada dalam keadaan sehat tanpa menunjukkan gejala apapun,” imbuhnya.
Terakhir, Ustadz Hudaya berpesan agar semua santri menjaga kebersihan seraya melaksanakan protokol kesehatan. Menurutnya, Islam mengajarkan setiap umatnya untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan.
“(Semua santri agar) tetap menjaga protokol kesehatan. (Musibah) ini merupakan pelajaran bagi kita, ulul albab. Saya yakin kita semua akan selalu dapat mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa ini. Maka budaya bersih akan terus kita tingkatkan di antaranya dengan rajin mencuci tangan depan rayon.”
“Kita akan buat westafel permanen sehingga anak-anak dapat mencuci tangan setiap saat,” pungkas Ustadz Hudaya. [Mohamad Deny Irawan]




















