Dubai, Gontornews — Pasukan Saudi mencegat dan menghancurkan kapal jebakan yang dikendalikan dari jarak jauh di Laut Merah dekat pelabuhan Yanbu, Al Arabiya melaporkan pada hari Selasa (27/4) sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Unit angkatan laut Saudi melihat kapal jebakan itu pagi ini dan menghancurkannya, kata laporan itu.
Perusahaan keamanan Dryad Global sebelumnya mengatakan menerima “laporan yang belum dikonfirmasi” bahwa sebuah kapal, kemungkinan kapal tanker minyak NCC Dammam milik perusahaan Saudi, Bahri, telah diserang di lepas pantai Yanbu.
Namun Kepala Eksekutif Abdullah Aldubaikhi mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada kapal milik Perusahaan Perkapalan Nasional Arab Saudi (Bahri) yang diserang.
Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Yusuf Al-Othaimeen, mengutuk percobaan serangan tersebut.
Al-Othaimeen menekankan bahwa OKI mengutuk semua agresi yang mengancam fasilitas ekonomi dan navigasi laut.
Dia menawarkan dukungan dan solidaritas berkelanjutan OKI dengan Arab Saudi dalam menangani serangan teroris dan semua tindakan yang diambil oleh Kerajaan untuk melindungi fasilitas nasional dan operasi perdagangannya.
Kapal sebelumnya diserang di perairan Laut Merah.
Pada bulan Desember, Arab Saudi mengatakan sebuah kapal tanker yang berlabuh di pelabuhan Jeddah ditabrak oleh kapal bermuatan bahan peledak. Ini menyusul insiden terpisah di terminal Saudi lainnya di Laut Merah, lokasi sebuah kapal tanker rusak akibat ledakan.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang terlibat di Yaman di masa lalu telah menggagalkan upaya serangan menggunakan kapal-kapal bermuatan bahan peledak yang dikatakan diluncurkan oleh gerakan Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman.
Kementerian pertahanan Saudi mengatakan sedang menyelidiki siapa yang berada di balik “upaya jahat” hari Selasa itu. []





















