Ankara, Gontornews — Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dan raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah meminta dunia Islam untuk bersatu melawan keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Binali Yildirim dan Salman bin Abdulaziz “menekankan pentingnya status Yerusalem” dalam sebuah pertemuan di Riyadh pada hari Rabu (27/12). Mereka mengatakan, dunia Islam harus bersatu untuk melindungi hak-hak “saudara” Palestina. Demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Turki sebagaimana dikutip Aljazeera.
Baik Turki maupun Arab Saudi telah mengkritik keras keputusan Presiden AS Donald Trump.
Pengumuman Trump pada 6 Desember menimbulkan kecaman internasional yang luas dan memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki dan di kota-kota di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutnya “garis merah untuk umat Islam” dan mengancam akan memutuskan hubungan dengan Israel, sementara Raja Salman mengatakan “langkah berbahaya” tersebut dapat mengobarkan semangat umat Islam di seluruh dunia.
Status Yerusalem – kota suci umat Islam, Yahudi dan Kristen – merupakan salah satu isu utama konflik Israel-Palestina yang abadi.
Kedua belah pihak mengklaim kota itu sebagai ibukota mereka. [Rusdiono Mukri]






















