Bogor, Gontornews — Selama tiga hari dua malam, Kamis (20/6/2024) sampai Sabtu (22/6/2024), para siswa SDIT Insantama Leuwiliang Bogor Angkatan Ke-8 mengikuti kegiatan Pesantren Wisuda yang digelar di Villa Samara Syariah, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Sebanyak 60 siswa, seluruhnya kelas 6, mengikuti kegiatan yang dibimbing oleh empat guru kelas 6 itu.
Sebelum berangkat ke lokasi Pesantren Wisuda pukul 7.00 pagi, para siswa dengan bimbingan guru melaksanakan shalat Dhuha 8 rakaat dan berdoa bersama. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam mereka tiba di lokasi di lereng Gunung Salak. Angin gunung menyergap kedatangan mereka. “Hi, dingin banget,” gumam Tasia Kamila, salah seorang peserta.
Setiap hari, kegiatan bertema “Menjadi Juara Sejati Generasi Anshorullah” itu berlangsung hingga pukul 10 malam. Hari pertama antara lain diisi dengan pemberian materi dan motivasi yang disampaikan oleh Zaenal Mutakin, guru kelas 6.
Pada sesi ini para siswa diingatkan tentang perjalanan hidup manusia di dunia, yang bertujuan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. “Meraih kebahagiaan hidup mesti berdasarkan aturan Sang Pencipta yaitu Allah SWT,” ujarnya.
Ibarat pertandingan sepak bola, pemain bola akan merasa bahagia ketika berhasil mencetak gol. Semua pemain bersorak dan mengekspresikan kebahagiaannya. Namun kebahagiaan itu sirna ketika golnya dianulir wasit dengan alasan gol itu tercipta dengan melanggar aturan permainan bola.

“Pemain bola itu akan meraih kebahagiaan ketika ia mencetak gol sesuai aturan yang ada. Begitu pula dalam kehidupan. Kita akan meraih kebahagiaan dalam kehidupan ketika hidup berdasarkan aturan Sang Pencipta, Allah SWT,” terang Zaenal. Kegiatan hari pertama ditutup dengan penyalaan api unggun dan lomba yel-yel antarkelompok.
Kegiatan hari kedua diawali dengan qiyamul lail. Para siswa bangun pukul 3.00 pagi. Mengerjakan shalat Tahajud dan membaca Al-Qur’an. Bakda shalat Shubuh mereka berkumpul di lapangan untuk senam pagi. Setelah sarapan mereka melaksanakan shalat Dhuha, doa dan tilawah bersama.
Pada hari kedua ini mereka menerima materi dan motivasi yang disampaikan oleh Ir H Ahmad Soim, ketua Yayasan Amanah Insantama, pengelola SDIT Insantama Leuwiliang. Serta nasihat dari Kepala SDIT Insantama Leuwiliang.
Dalam tausiyahnya, Ahmad Soim menyebutkan setiap siswa memiliki bakat dan potensi masing-masing. Dengan potensi diri yang dimilikinya itu, para siswa diharapkan menjadi juara di bidangnya masing-masing. “Kembangkanlah potensi yang kalian miliki dengan fondasi iman yang kokoh dan berserah diri kepada Allah agar kalian menjadi juara sejati,” papar Direktur Pelaksana Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang itu.
Menurutnya, juara sejati yaitu mereka yang mampu menjalankan ketaatannya kepada Allah SWT secara mandiri dengan penuh kesadaran dan dengan semua potensi yang dimiliki.
Di hari kedua ini, para siswa diberikan kesempatan untuk menulis surat cinta yang akan dipersembahkan kepada kedua orangtuanya di hari ketiga kegiatan.
Pada hari terakhir, para siswa membacakan ikrar. Mereka berikrar untuk menjadi Muslim sejati yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, taat kepada kedua orangtua, menyayangi sesama, mengamalkan ilmu, beramal shalih, dan peduli kondisi umat.
Kegiatan hari ketiga ditutup dengan penyerahan siswa kepada orangtua masing-masing. Secara simbolis, Direktur Kesiswaaan SIT Insantama Leuwiliang, Busaid, MSi, menyerahkan kembali pendidikan dan tanggung jawab sepenuhnya para siswa kepada orangtua/wali murid masing.-masing.
“Selama enam tahun mereka kami didik, kini saatnya kami menyerahkan kembali tanggung jawab itu kepada kedua orangtua dan wali murid masing-masing,” ujar alumnus IPB University itu. 
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS at-Tahrim: 6) []





















