Riyadh, Gontornews — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada hari Ahad (16/8) mengecam “ancaman” Presiden Iran Hassan Rouhani dan pejabat Iran lainnya terhadap Uni Emirat Arab (UEA) karena normalisasi hubungan dengan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Nayef Falah M. Al-Hajraf mengatakan GCC menjalin solidaritas dengan UEA terhadap segala ancaman terhadap keamanan atau kedaulatannya.
“Iran harus mematuhi Piagam PBB dan menahan diri dari campur tangan urusan dalam negeri negara lain,” kata pernyataan itu.
Iran pada hari Sabtu mengancam akan melancarkan serangan terhadap UEA. Rouhani mengatakan UEA membuat “kesalahan besar” terkait kesepakatan dengan Israel.
Sebuah editorial halaman depan harian garis keras Iran, Kayhan, yang pemimpin redaksinya ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan, “Pengkhianatan besar UEA terhadap rakyat Palestina… akan mengubah negara kecil dan kaya ini, yang keamanannya sangat bergantung kepada negara lain, menjadi target yang sah dan mudah.”
Analis mengatakan ancaman itu harus ditanggapi dengan serius mengingat Iran telah menargetkan warga sipil Saudi dengan rudal yang diluncurkan oleh pasukan proksi di Irak dan Yaman.
Ahad pagi, UEA memanggil Kuasa Usaha di Kedutaan Iran di Abu Dhabi untuk menjelaskan ancaman tersebut.
UEA adalah anggota GCC, yang mencakup Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar. []






















