Jakarta, Gontornews — Drs KH Rusydi Bey Fannanie, putra salah satu Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Zainuddin Fannanie, Sabtu (7/1) siang pukul 13.59 WIB menghembuskan nafas terakhir dalam usia 81 tahun. Kepergian Kiai Rusydi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, guru, dan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sebelum wafat, anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, itu masih mengikuti Sidang Badan Wakaf ke-79. Kiai Rusydi turut menjadi saksi salah satu momen bersejarah, yakni ditandatangani dan disetujuinya Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Badan Wakaf oleh seluruh anggota. Dan Kiai Rusydi turut mendatangani AD dan ART itu.
Usai sidang, sekitar pukul 13.00 WIB, sang kiai minta diantar ke kamar mandi, untuk buang air besar, mandi, dan bersih-bersih. Keluar dari kamar mandi, Kiai Rusydi minta untuk diganti semua pakaian dan sandalnya dengan yang baru dan bersih. Kemudian duduk di atas tempat tidur dengan kondisi nafas cepat, lalu menjatuhkan kepala dan badan di lengan dan pangkuan sang putri, Ustadzah Ruskiah Oktavia.
Kiai Rusydi lalu di-talqin dan dituntun untuk mengucapkan kalimat tahlil. “Alhamdulillah beliau dapat mengucapkannya dengan baik. Lalu, beliau menarik nafas panjang dan menutup mata. Saat dibawa ke RS Darmayu, Ponorogo, beliau dinyatakan meninggal dunia,” ujar sang putri.
Kiai Rusydi meninggalkan seorang istri, 9 anak, dan 21 cucu. Salah satu putranya, Ustadz Husnan Bey Fannanie, saat ini menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan.
“Kepergian Kiai Rusydi indah sekali. Beliau menyelesaikan rentetan acara Sidang Badan Wakaf, ikut menandatangani AD dan ART Badan Wakaf, meninggal di tempat yang mulia, dan dimakamkan disandingkan makam ayahanda, KH Zainuddin Fannani,” tutur KH Hasan Abdullah Sahal, Ahad (8/1) pagi, saat melepas keberangkatan jenazah sebelum dishalatkan di Masjid Jami’ oleh para santri. Semoga segala amalan almarhum diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]




















