Wellington, Gontornews — Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, Kamis (18/2/2021), mengumumkan inisiatif bantuan untuk produk sanitasi bagi wanita saat memasuki periode menstruasi. Pengumuman ini merupakan kelanjutan dari program percontohan yang menyediakan produk sanitasi gratis bagi 3.200 pemudi dari 15 sekolah
“Pemberian produk haid gratis di sekolah merupakan salah satu cara pemerintah untuk dapat meengatasi problem menstruasi, meningkatkan kehadiran mereka di sekolah serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan anak-anak,” kata PM Ardern dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
“Kami ingin melihat keterlibatan, pembelajaran dan perilaku yang lebih baik. Lebih sedikit anak muda yang putus sekolah karena menstruasi dan mengurangi kesulitan keuangan yang menimpa keluarga siswi berprestasi,” imbuhnya.
Ardern mengatakan sebuah penelitian yang menunjukkan 1 dari 12 pemudi Selandia Baru putus sekolah karena urusan menstruasi. Ia pun mengatakan pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar 25 juta dolar NZ atau setara 252 miliar rupiah hingga tahun 2024.
Menteri pemberdayaan wanita Selandia Baru, Jan Tinetti, mengatakan masalah menstruasi di sekolah terjadi karena kurangnya pengetahuan dan ketidaknyamanan. Karena menstruasi, sambung Tinetti, seorang siswa merasa malu, terstigma negatif, tidak masuk kelas, tidak menggunakan produk hingga ketiadaan biaya.
“Siswi menginginkan informasi tentang haid, produk haid dan elemen praktis lainnya dalam mengatur haid seperti pelacakan, mengetahui waktu haid, dan siapa yang perlu dihubungi untuk dimintai bantuan,” kata Tinetti.
Melalui pendanaan tersebut, Pemerintah akan bekerja unutk memasok segala kebutuhan kewanitaan saat dalam kondisi menstruasi.
Sejak menjadi Perdana Menteri pada tahun 2017, Ardern menjelma sebagai ikon dan pejuang hak-hak wanita. Ia sempat menghiasi pemberitaan internasional saat membawa putrinya yang berusia tiga bulan saat menghadiri Sidang Umum PBB di New York. [Mohamad Deny Irawan]


















