Stockholm, Gontornews — Seniman berkewarganegaraan Swedia, Lars Vilks, yang menggambar Nabi Muhammad SAW pada tahun 2007, tewas karena kecelakaan. Pria berusia 75 tahun tersebut membuat aksi kontroversial dengan menggambar sosok Nabi Muhammad SAW dengan tubuh seekor anjing.
Pihak kepolisian setempat melaporkan bahwa Vilks tewas dalam kecelakaan lalu lintas di selatan kota Markyard. Mereka menambahkan bahwa Vilks sedang bepergian dengan mobil kepolisian yang bertabrakan dengan sebuah truk.
Mobil yang digunakan Vilks berbelok ke jalur truk dan kedua kendaran tersebut terbakar karena insiden tersebut. Selain Vilks, dua petugas kepolisian yang mendampinginya juga tewas dalam insiden tersebut. Pun dengan supir truk juga mengalami luka serius.
Pihak kepolisian mengaku tidak mengetahui mengapa mobil tersebut bisa melaju ke jalur yang berlawanan. Namun, mereka sedang menyelidiki apakah ada sebuah insiden ban meledak pada insiden mematikan tersebut.
“Ini adalah kejadian yang sangat tragis. Sekarang, penting bagi kami untuk melakukan segala hal untuk membantu penyelidikan dan apa yang menjadi penyebab tabrakan,” kata keterangan kepolisian. Mereka melaporkan bahwa mobil yang Vilks gunakan menggunakan ban antibocor. Tetapi, pihak kepolisian mengidentifikasi sisa-sisa ban yang ditemukan di jalan.
“Awalnya, tidak ada yang menunjukkan keterlibatan orang lain,” sambungnya sebagaimana dilansir Reuters.
Vilks, yang lahir pada tahun 1946 di Helsinborg, telah bekerja sebagai seniman selama empat dekade terakhir. Ia terkenal sebagai seniman yang telah menghasilkan sejumlah karya kontroversial, termasuk, sketsa Nabi Muhammad dengan tubuh anjing pada tahun 2007.
Sejak penerbitan tersebut, Vilks hidup di bawah penjagaan polisi sepanjang waktu karena kerap menerima ancaman pembunuhan. Pada tahun 2010, ada dua pria yang mencoba membakar rumahnya di Swedia Selatan. Pada tahun 2014, seorang wanita asal Pennsyilvania mengaku bersalah karena berencana untuk membunuh Vilks.
Satu tahun kemudian, satu orang tewas setelah seorang pria bersenjata melakukan penembakan dalam acara 25 tahun fatwa Iran terhadap penulis Inggris, Salman Rushdie. Sejumlah pihak mengklaim bahwa insiden di Kopenhagen tersebut menyasar dan menjadikan target pembunuhan.
Vilks mengaku bahwa penggambaran sketsa kartun Nabi Muhammad SAW dengan tubuh anjing untuk memprovokasi umat Muslim dunia. Vilks berdalih setiap karya kontroversialnya merupakan bentuk penentangan batas-batas kebenaran politik di dunia seni.
“Di Swedia, kami menyukai anjing, jadi ketika Anda mengadakan pameran anjing, semuanya sangat bagus. Namun, di Timur Tengah, anjing bisa dianggap najis karena dogma agama. Saya ingin mengingatkan orang tentang itu. Saat itulah, saya menemukan kombinasi dan menggambar Nabi sebagai anjing,” kata Vilks dalam keterangannya menjelaskan alasan menggambar Nabi Muhammad bertubuh anjing pada tahun 2015. [Mohamad Deny Irawan]





















