New York, Gontornews — Senjata yang dipasok oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi untuk pejuang oposisi sering jatuh ke tangan ISIS, yang secara signifikan meningkatkan “kuantitas dan kualitas” persenjataan kelompok itu. Demikian sebuah laporan terbaru menyebutkan.
Kelompok pemantau senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (CAR) pada hari Kamis menyebutkan, “Jumlah senjata yang ada, jauh melampaui yang bisa didapat melalui perampasan.”
Laporan ini dibuat berdasarkan investigasi lapangan selama tiga tahun di Irak dan Suriah. Lebih dari 40.000 item ditemukan di medan perang termasuk senjata, amunisi, dan bahan yang digunakan untuk merakit bom.
Penelitian itu juga mengatakan, sebagian besar senjata dijarah dari tentara Irak dan Suriah, namun sebagian dipasok oleh negara-negara lain yang terlibat dalam konflik tersebut kepada kelompok oposisi Suriah yang berperang melawan Presiden Bashar al-Assad. [Rusdiono Mukri]




















