Addis Ababa, Gontornews – Dua orang tewas dalam serangan granat terhadap unjuk rasa politik yang dihadiri Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed di ibukota, Addis Ababa.
Ledakan pada hari Sabtu (23/6) itu terjadi dalam sebuah unjuk rasa oleh pendukung perdana menteri baru Ethiopia yang reformis. Ledakan itu melukai puluhan orang, termasuk lima orang yang berada dalam kondisi kritis.
Menteri Kesehatan Amir Aman menegaskan pada hari Ahad (24/6) bahwa dua orang tewas akibat serangan itu dan 156 orang terluka.
“Saya sangat menyesal mengetahui bahwa korban kritis yang berada di ruang ICU Rumah Sakit Black Lion tewas,” kata Aman di Twitter. “Simpati dan belasungkawa yang tulus saya haturkan kepada keluarga, teman-teman, dan semua orang Ethiopia.”
Abiy baru saja menyelesaikan pidatonya di Alun-Alun Meskel di ibukota ketika ledakan itu terjadi. Sang perdana menteri kemudian dibawa ke tempat yang aman.
Sembilan polisi, termasuk wakil kepala komisi polisi Addis Ababa, telah ditangkap atas tuduhan penyimpangan atau kelalaian keamanan.
“Polisi Ethiopia telah mengonfirmasi bahwa sembilan polisi telah ditangkap karena apa yang mereka sebut kelalaian besar; karena tidak menempatkan langkah-langkah keamanan yang cukup untuk memastikan bahwa insiden seperti itu tidak terjadi,” kata Mohammed Adow dari Aljazeera melaporkan dari Addis Ababa.
Enam tersangka lainnya juga ditahan terkait serangan itu, tetapi tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. [Rusdiono Mukri]




















