Brussels, Gontornews — Uni Eropa (European Union/EU) membuka peluang perjalanan lintas negara bagi para pemegang sertifikat penerima vaksin Covid-19. Dalam rapat yang melibatkan menteri dari 27 negara anggota, EU membuka peluang bagi penerima vaksin untuk bebas bepergian lintas negara. Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, menyampaikan gagasan tersebut pekan lalu.
Saat itu, ia mengirimkan surat kepada EU untuk memberlakukan sertifikat vaksinasi bagi warga yang telah mengikuti program vaksinasi Covid-19. Mitsotakis berdalih kebijakan ini perlu untuk membangkitkan perjalanan lintas batas yang lumpuh selama pandemi.
Senada dengan Mitsotakis, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Mass, Ahad (17/1/2021), mengatakan para penerima vaksin harus kembali ke restoran dan bioskop lebih cepat. Meski demikian, pendapat ini mendapatkan kritikan dari sejumlah menteri EU.
Namun, Wakil Presiden Komisi Eropa, Maros Sefcovic, menegaskan bahwa vaksinasi bersifat sukarela. Sefcovic menjelaskan ada kelompok masyarakat yang menerima vaksin dan ada pula yang tidak ingin mengikuti program vaksinasi Covid-19. Karenanya, ia meminta agar negara-negara anggota EU tidak membatasi hak untuk mengikuti program vaksin atau tidak.
Tetapi, Sefcovic tidak menampik usulan untuk menjadikan sertifikasi vaksin sebagai syarat bepergian lintas negara. Sefcovic menganalogikan sertifikasi vaksin seperti halnya syarat tes Covid-19 negatif bagi mereka yang hendak berpergian lintas negara.
“Akan ada pilihan berbeda bagaimana kita menangani perjalanan. Kemungkinan, sertifikat vaksinasi elektronik bisa ditambahkan,” ungkap Sefcovic sebagaimana dilansir Reuters.
Michael Roth dari Jerman, Senin (18/1/2021), meminta EU untuk memastikan apakah penerima vaksin tidak dapat menularkan Covid-19 ke orang lain.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa akan mengumpulkan data tentang penggunaan vaksin di sejumlah negara Eropa mulai pekan ini. [Mohamad Deny Irawan]





















