Kairo, Gontornews — Arkeolog Mesir mengonfirmasi penemuan situs arkeologi baru di pekuburan Saqqara, Senin (18/1/2021). Penemuan situs arkeologi baru tersebut berupa 54 peti mati dan diprediksi berumur 3000 tahun.
Arkeolog Mesir, Zahi Hawass, mengonfirmasi pula penemuan kuil pemakaman Ratu Neit di dekat Raja Teti yang merupakan dinasti keenam Kerajaan Mesir. Kuil tersebut, sambung Hawass, berusia kurang lebih 4200 tahun.
UNESCO menetapkan penemuan peti mati atau sakorfagus di pekuburan Saqqara merupakan bagian dari koleksi Kerajaan Baru Saqqara yang terdapat di Piramida Djoser. Kementerian Pariwisata juga mengonfirmasi bahwa tim arkeolog juga menemukan ukiran barang antik berbentuk manusia dengan cat yang mayoritas masih utuh. Mereka juga menemukan bentuk permainan kuno, patung dan sejumlah topeng.
“Semua penemuan ini akan mendorong penulisan ulang sejarah Saqqara dan Kerajaan Baru,” kata Hawass kepada Reuters.
Dari sektor pariwisata, pemerintah ingin memamerkan penemuan artefak baru ini demi meningkatkan kembali kunjungan wisatawan yang terpukul selama pandemi. Sebagai informasi, kunjungan wisatawan mancanegara ke Mesir turun menjadi 3,5 juta pengunjung pada tahun 2020 dari 13,1 juta wisatawan mancanegara yang masuk Mesir pada tahun 2019. [Mohamad Deny Irawan]




















