London, Gontornews — Raksasa minyak Shell mengumumkan pada hari Senin niatnya untuk keluar dari operasi di Rusia.
Chief executive officer perusahaan, Ben van Beurden mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kami terkejut dengan hilangnya nyawa di Ukraina, yang kami sesalkan, akibat tindakan agresi militer yang tidak masuk akal yang mengancam keamanan Eropa.”
“Kami tidak bisa – dan kami tidak akan – berdiam diri. Fokus langsung kami adalah keselamatan orang-orang kami di Ukraina dan mendukung orang-orang kami di Rusia,” lanjut van Beurden dirilis dw.com.
Langkah itu dilakukan sehari setelah BP menarik keluar sahamnya dari perusahaan minyak Rusia Rosneft.[]























