Bogor, Gontornews – Seratus enam siswa putra dan putri Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengikuti “Sidang Tahfizh Ke-9” di Gedung SBS Premier Venue Leuwiliang, Sabtu (15/11/2025). Terdiri dari 46 siswa SDIT dan 60 siswa SMPIT, mereka yang mengikuti sidang ini yaitu siswa yang mampu menambah hafalannya minimal satu juz.
Pada sidang kali ini, siswi kelas 9 SMPIT Insantama Leuwiliang, Bintang Ameira Bilqis, mampu menghafal 12 juz. “Dengan 10 juz di antaranya mutqin,” ujar Koordinator Program Tahfidz SIT Insantama Leuwiliang Ustadzah Siti Masfufah.
Ia menuturkan sidang tahfizh diadakan setiap semester untuk memberikan apresiasi kepada para siswa yang sudah bekerja keras menambah hafalannya.
Ustadzah Siti selalu memotivasi anak didiknya untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an mendatangkan pahala. “Proses menghafal Al-Qur’an itu mendatangkan pahala di sisi Allah, baik kita hafal maupun tidak,” paparnya saat memberikan motivasi kepada para peserta sidang.
Tidak hanya itu, Al-Qur’an akan datang menjadi penolong bagi para sahabatnya yaitu orang-orang yang senantiasa dekat dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, berinteraksi dengan Al-Qur’an itu meliputi membaca, menghafal, mentadabburi dan mengamalkan isi atau kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Esensi utama dalam menghafal Al-Qur’an ialah agar ayat-ayatnya selalu hidup dalam hati dan diamalkan dalam keseharian,” papar Ustadzah Siti sembari menambahkan menghafal Al-Qur’an itu tiada batas akhirnya.
Karena itu ia berharap para siswa bisa istiqamah dalam muraja’ah dan mujahadah dalam ziyadah. “Prestasi hafalan itu bonus, hanya tambahan yang mulia, bukan sebagai tujuan,” ujarnya.
Pada Sidang Tahfizh ke-9 ini, dua belas siswa terpilih sebagai peserta terbaik. Peserta terbaik untuk jenjang SD yaitu: 1. Arkaan Al Hanan Syatir; 2. Aeryn Khoerotun Hisan; 3. Naira Asfa Kamila; 4. Hilyah Husnul Khootimah; 5. Emilia Silvia; dan 6. Fakhrie Zhafran Khairy.
Sedangkan peserta terbaik untuk jenjang SMP yaitu: 1. Satrio Wichaksono; 2. Balqis Faiha Nurfauziyah; 3. Bintang Ameira Bilqis; 4. M. Alfatih Faras Suyono; 5. Hasheem Faesal Ibrahim Bajammal; dan 6. Nabila Putri Wahyuni. []





















