Pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan dalam Islam sudah dilaksanakan sejak zaman Rasulullah SAW, baik ketika fase Mekkah yang selama tiga tahun, Rasulullah SAW dengan sistem pembinaan sembunyi-sembunyi, sampai Allah memerintahkan untuk dakwah secara terang-terangan.
Semua sahabat yang dibina Rasulullah SAW dipersiapkan untuk menjadi pendidik ke sahabat lain secara estafet sampai fase pembinaan di Madinah. Materi yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika di Mekkah lebih menitikberatkan pada materi tauhid dan bacaan al-Qurβan, sedang di Madinah lebih kepada melanjutkan materi tauhid dan ditambah dengan materi sosial politik di masyarakat.
Sedangkan pembinaaan tenaga pendidik dan kependidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ummul Quro menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Sekolah ini menerapkan praktik-praktik pembinaan tenaga pendidikan dan kependidikan yang selaras dengan visi dan misi sekolah Islam terpadu. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, upaya-upaya yang dilakukan menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan tenaga pendidikan dan kependidikan yang berkelanjutan.
Dalam disertasi dengan nilai yudisium 3.88 yang dipromotori oleh Prof Dr Hj Maemunah Saβdiyah MAg, Prof Dr H Hasbi Indra MA, dan Dr Ir H Budi Handrianto MPdI itu, Dr Dadeng Wahyudi SPd ME pun menjelaskan, βPembinaan tenaga pendidik dan kependidikan di SDIT Ummul Quro menunjukkan upaya yang sistematis dan komprehensif.β
Melalui perencanaan yang matang, proses rekrutmen yang selektif, program pengembangan yang berkelanjutan, sistem penilaian dan penghargaan yang adil, pembinaan dan pengawasan yang baik, yaitu dengan melalui pembinaan proporsional dan pembinaan karakter. Ditunjang lingkungan kerja yang kondusif dan semua itu terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.
SDIT Ummul Quro telah menjalankan pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan baik secara Islami sebagaimana yang diterapkan di berbagai lembaga pendidikan umum. βHanya saja perlu terus dimaksimalkan, salah satunya dengan penyelenggaraan pembinaan sistem halaqah dengan memaksimalkan penyelenggaraan secara mandiri,β terang suami Yoyoh Rohyati SPd tersebut.
Beberapa evaluasi yang diperlukan di antaranya: (a) Perincian perencanaan yang masih bersifat umum dan (b) Pembagian tugas menjadi instruktur dengan pembinaan profesional masih belum terprogram, meskipun saat ini bekerja sama dengan instansi terkait atau lembaga sejenis.
βSedangkan pembinaan karakter sudah memadai hanya perlu dipersiapkan materi pembina dan waktu khusus dari yayasan dan bertanggung jawab pelaporannya pada bagian tenaga pendidikan dan kependidikan,β tambah Pembina Forum Guru Merdeka Profesional Indonesia, 2023-sekarang itu.
Model pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan ideal yang ditawarkan Dr Dadeng, anak dari pasangan Moh Toha dan Ojah dalam penelitiannya ini adalah pembinaan kompetensi profesi dan pembinaan karakter. Tujuannya agar mutu kualitas serta akhlak tenaga pendidik dan kependidikan lebih baik dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Terlebih pembinaan profesional maupun pembinaan karakter memerlukan langkah-langkah mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. Dalam pelaksanaannya juga diperlukan berbagai metode, terutama metode yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Penelitian ini memberi rekomendasi khusus kepada pihak pemerintah dalam hal ini instansi yang menangani pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan secara khusus yaitu Kementerian Pendidikan dan Budaya dan Dewan Perwakilan Rakyat baik di pusat atau di daerah sebagai pembuat Undang-undang dan regulasi pengikutnya.
Mengingat UU tentang pendidik dan kependidikan merupakan rujukan dalam mewujudkan pendidikan yang bermartabat, maka sudah seharusnya UU itu ditinjau kembali serta direvisi dengan merujuk pada pengembangan pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan.
Sedangkan bagi lembaga pendidikan sendiri baik dalam tataran perguruan tinggi maupun sekolah, khususnya segala lembaga yang bertanggung jawab dan terlibat langsung dengan tenaga pendidik dan kependidikan harapannya mampu menyelenggarakan pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan dengan baik. Sehingga dapat terwujud tenaga pendidik dan kependidikan yang unggul dan ideal untuk mendidik peserta didik hingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.
Bagi peneliti selanjutnya, tambah Dr Dadeng, kajian ini masih belum bisa dikatakan sempurna karena keterbatasan analisis, metode, serta waktu yang peneliti miliki. Karena hal tersebut diharapkan akan banyak peneliti baru yang bersedia meneliti lebih lanjut.
Harus ada tindak lanjut pengembangan pembinaan tenaga pendidikan dan model pengembangan dan pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan. Baik pembinaan kompetensi, profesi, maupun karakter diharuskan ada tindak lanjut, dengan menggunakan indikator-indikator kinerja utama yaitu terdiri dari beberapa aspek seperti fungsional keguruan, jabatan struktural, dan amanah tambahan. Serta aspek amalan harian dan aspek keislaman masuk dalam pemenuhan kompetensi pegawai.
βSehingga menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang shalih dan professional,β pungkas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, 2019-2024 tersebut. [Edithya Miranti]
Biodata Peneliti
Nama LengkapΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β : Dr Dadeng Wahyudi SPd ME
Tempat Tanggal LahirΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β : Sukabumi, 14 September 1969
PendidikanΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β :
- S1 Psikologi Pendidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung, 1997.
- S2 Ekonomi Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), 2017.
- S3 Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), UIKA, 2025.
Pengalaman pekerjaanΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β :
- Pengajar di SMP Islam Al Azhar, 1994-1997.
- Kepala Sekolah di SMPIT Rafah, 1999-2004.
- Pembina Yayasan Ishlahul Ummah Bogor, 2004-sekarang.
Pengalaman OrganisasiΒ Β Β Β Β Β Β Β Β :
- Wakil Ketua DPRD Kab. Bogor, 2012-2014.
- Ketua Wilayah Region Jawa Barat Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI), 2023-2028.
- Ketua Pembina Alumni Pesantren Salafiyah Jawa Barat, 2012-sekarang.
- Pembina Forum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kab. Bogor Angkatan 2023, 2023-sekarang.
Prestasi/Buku/Publikasi IlmiahΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β :
- Pendiri SDIT-SMPIT Ishlahul Ummah Bogor, Leuwiliang.
- Pendiri SDIT-SMPIT Al Ishlah, Jasinga.
- Pendiri SDIT-SMPIT Al Umma, Lido.





















