Bandung, Gontornews — Maraknya fenomena penolakan warga di sejumlah wilayah di negeri ini terhadap jenazah terinfeksi COVID-19, tentu mengusik keprihatinan kita. Meskipun akhirnya bisa dimakamkan, namun seiring data korban meninggal akibat wabah yang terus bertambah dari hari ke hari, jika tidak ada upaya serius, maka bukan mustahil kejadian serupa akan terulang.
Fenomena inilah yang memantik Sinergi Foundation (SF) untuk turut serta bergerak, berbuat apa yang bisa diperbuat. Salah satunya melalui inisiatif penyediaan lahan pemakaman khusus bagi warga yang meninggal karena terinfeksi COVID-19. SF berupaya untuk menjadi bagian dari solusi atas dampak wabah Corona yang membuat warga panik, hingga melakukan aksi penolakan terhadap jenazah.
“Alhamdulillah, lahan khusus pemakaman jenazah korban Corona sedianya berlokasi di kawasan Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park, Kabupaten Bandung Barat, yang digagas Sinergi Foundation sejak 2013 lalu,” ungkap CEO SF, Asep Irawan, melalui pernyataannya seperti dilansir Suara Islam Online, Rabu (8/4/2020).
Khusus untuk inisiatif ini, tambah Asep, Firdaus Memorial Park (FMP) sendiri menyediakan 1 blok lahan, sejumlah 10 kavling. “Dari Jumlah 10 kavling tersebut, memiliki daya tampung sebanyak 60 jenazah. Setiap kavling terdapat dua lubang/liang lahat, dan setiap lubang/liang lahat dapat diisi hingga tiga jenazah,” katanya.
Terkait protokol pemakaman, kata Asep, SF akan mengikuti arahan Bimas Islam Kemenag RI. “Pertama, lokasi penguburan harus berjarak 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk air minum dan berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga,” paparnya.
Kedua, jenazah harus dikubur di kedalaman sekurang-kurangnya 2,5 meter lalu ditutupi dengan tanah setinggi 1 meter.
“Terakhir, setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, barulah pihak keluarga dapat turut dalam prosesi pemakaman jenazah,” katanya.
Selama prosesi pemakaman, tim FMP sendiri dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) standar, sebagaimana protokol pemakaman jenazah terinfeksi COVID-19. Selain itu, disediakan pula booth steril (Sanitizer Booth) di pintu masuk area pemakaman.
Ditegaskan oleh Asep, bahwa sebagai lembaga milik publik yang memiliki portofolio program pengelolaan pemakaman berbasis wakaf, SF merasa terpanggil untuk menginisiasi penyediaan lahan dan prosesi pemakaman jenazah COVID-19. Terlebih fenomena penolakan terjadi di berbagai tempat.
“Jadi inisiatif pelayanan yang diberikan dalam hal peyediaan lahan hingga prosesi pemakaman. Ini bagian dari ikhtiar kesiapsiagaan SF menangani prosesi pemakaman jenazah COVID-19 dengan mengikuti seluruh protokol yang sudah ditentukan pemerintah,” tegas Asep. [Fathur]





















