Singapura, Gontornews — Singapura melakukan penerbangan evakuasi kedua dari Wuhan pada hari Ahad (9/2), membawa pulang 174 warga Singapura dan anggota keluarganya, kata Kementerian Luar Negeri Singapura.
Negara-kota itu mengungsikan 92 warganya dari Wuhan pada 30 Januari, beberapa di antaranya sejak itu dipastikan terinfeksi coronavirus.
Mereka akan menjalani pemeriksaan medis pada saat kedatangan di Bandara Changi Singapura, kata Kementerian Luar Negeri pada hari Ahad (9/2). Mereka yang mengalami gejala demam atau pernapasan akan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan penumpang lainnya akan dikarantina selama 14 hari.
Penerbangan itu juga membawa sejumlah warga negara Tiongkok kembali ke Wuhan, tambahnya.
Jangan Panik
Sementara itu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mendesak masyarakat agar tetap tenang menghadapi penyebaran virus korona di negara-kota itu menyusul aksi borong barang-barang keperluan sehari-hari oleh warganya.
“Tidak ada alasan untuk panik,” kata Lee dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial. “Kami tidak mengunci kota atau membatasi semua orang untuk tinggal di rumah. Kami memiliki banyak persediaan. Tidak perlu memborong mie instan, atau makanan kaleng atau kertas toilet,” ujarnya dikutip Aljazeera.
Singapura, yang telah melaporkan 33 kasus virus, meningkatkan tingkat siaga pada hari Jumat menjadi “oranye”, sama seperti terjadi warga wabah SARS pada tahun 2003. Tingkat peringatan menunjukkan bahwa virus tersebut parah dan mudah berpindah antar orang. []






















