Bogor, Gontornews — Imam Besar (IB) Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) meminta Komnas Perlindungan Anak dan Komnas Perlindungan Perempuan untuk ikut serta menyelesaikan kasus penguntitan keluarganya oleh aparat Kepolisian, pada Senin (7/12) lalu di Tol Cikampek. Hal itu disampaikan HRS saat menyampaikan sambutan sebelum penguburan enam jenazah anggota laskar khusus FPI yang meninggal akibat ditembak polisi, di Markaz Syariah, Bogor, Rabu (9/12).
Dalam sambutan yang ditayangkan di Front TV itu, HRS mengaku jika hari di saat penguntitan terjadi, seluruh keluarganya ikut dalam rombongan yang berjumlah empat mobil. Di antara rombongan tersebut terdapat tiga bayi, enam balita dan tidak kurang dari 12 perempuan.
“Komnas Anak tidak boleh diam saja, karena pada saat itu, ada bayi-bayi kami yang ketakutan,” ungkap HRS.
Rasa takut lantaran mobil-mobil yang menguntit meluncur tidak wajar, membuat bayi, anak-anak serta perempuan yang berada di rombongan menangis. Mereka merasa terteror dan terintimidasi dengan pengejaran aparat kepolisian yang berjumlah lebih dari dua mobil tersebut.
HRS juga menyebut bahwa tindakan aparat di Jalan Tol Cikampek km. 50 itu adalah teror yang sangat menakutkan, oleh sebab itu meminta dengan tegas agar Komnas Perlindungan Anak dan Perempuan untuk tidak tinggal diam. Sehingga kejadian serupa tidak lagi terjadi, terlebih dilakukan oleh aparat yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, HRS juga menyampaikan beberapa poin terkait kejadian penguntitan yang berujung pada penembakan mati enam anggota FPI, di antaranya adalah pernyataan yang disampaikan DPP FPI soal kronologis penembakan para korban adalah benar.
Kemudian, poin lainnya yang disampaikan HRS dalam sambutannya adalah pernyataan pihak kepolisian yang mengatakan bahwa para laskar yang mengawal memiliki senjata adalah fitnah dan kebohongan besar. Sebab pasalnya, ia dan rombongan tidak berfikir akan mengalami kejadian itu, lantaran rencananya hanya akan menghadiri pengajian keluarga saja.
“Bahwa tuduhan jika pengawal-pengawal kami dipersenjatai adalah fitnah besar,” tegas Habib Rizieq. [Devi]




















