Malang, Gontornews — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Dr Qurnia Indah Permata Sari SIP MSos bekerjasama dengan EPYC.ID dan Institut Hijau Indonesia mengundang komunitas lingkungan untuk ikut serta dalam acara Sosialisasi Peran Komunitas dalam Pengelolaan Sampah dan Pembuatan Ecoenzym.
Kepada Gontornews.com, Dr Qurnia menjelaskan bahwa acara yang diselenggarakan pada Jumat (21/3/2025) ini bertempat di Nutrihub Malang. Tujuannya untuk memberi wawasan kepada komunitas tentang cara berperan aktif dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta pelatihan praktis pembuatan ecoenzym yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Dr Qurnia Indah membuka acara dengan menyampaikan pentingnya peran komunitas dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Sekaligus menyampaikan tujuan acara untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan ecoenzym yang dapat digunakan untuk mengurangi sampah organik, serta mendorong peserta yang merupakan perwakilan dari komunitas untuk semakin aktif terlibat dalam aksi lingkungan.
Menurutnya, komunitas memegang peranan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kita semua tahu bahwa pengelolaan sampah yang baik bisa dimulai dari tindakan kecil di sekitar kita. “Melalui acara ini, kami berharap komunitas semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam mengurangi sampah dan bagaimana ecoenzym dapat menjadi solusi dalam mengelola sampah organik di lingkungan sekitar,” tekan Dosen FISIP Universitas Brawijaya itu.
Sesi pertama pun kemudian diisi dengan pelatihan pembuatan ecoenzym dan Herda Pradipta (narasumber) memberikan penjelasan tentang apa itu ecoenzym dan manfaatnya bagi lingkungan. Herda lalu mengajarkan cara membuat ecoenzym secara praktis, dimulai dari bahan-bahan yang diperlukan hingga proses pembuatan dan penggunaannya. “Ecoenzym adalah cara mudah yang dapat dilakukan oleh komunitas untuk mengurangi sampah organik,” terang Herda, Pelatih Ecoenzym.
Kemudian pada sesi kedua membahas terkait Peran Komunitas dalam Pengelolaan Sampah. Kali ini hadir sebagai pemateri yakni Tri Santoso (Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang). Tri Santoso pun menjelaskan kondisi pengelolaan sampah di Kota Malang serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah.
Tri Santoso menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. “Komunitas memainkan peran yang sangat penting dalam pengelolaan sampah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab serta sesi foto bersama. Semoga seluruh rangkaian kegiatan di atas bisa menambah wawasan keilmuan para peserta untuk menjadi masyarakat yang lebih baik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. [Edithya Miranti]











