Depok, Gontornews — Rasa haru dan bangga mewarnai prosesi acara Wisuda Angkatan Kesepuluh Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok pada Sabtu (18/10/2025). Dihadiri sejumlah tokoh dan wali santri, 23 wisudawan penghafal al-Qur’an dari berbagai daerah ini pun resmi meraih gelar Sarjana Agama (SAg) dan siap untuk berkhidmah di masyarakat.
Dalam sambutannya, KH M Yusron Shidqi Lc MAg menyebutkan ini merupakan awal langkah untuk berkhidmat kepada umat. “Jangan jadikan fasilitas yang ada sebagai hijab menuju Allah, akan tetapi jadikan ia sebagai upaya untuk berkhidmat kepada Allah. Selamat berkhidmat!” seru sang kiai, Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok.
Atas prestasi yang telah dicapai para santri mahasiswa yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan agamanya tersebut, salah seorang wali santri, H Aep Saepuloh MPd dalam sambutannya mengatakan, “Mahasiswa yang diterima di Al-Hikam dianalogikan sebagai padi yang sudah panen.” Al-Hikam, lanjutnya, hanya menerima padi yang sudah siap panen dan siap diproduksi menjadi beras yang berkualitas.
Artinya, STKQ Al-Hikam menerima mahasiswa-mahasiswa yang tidak hanya baru pada tahap belajar menghafal al-Qur’an, tetapi mereka yang sudah mempunyai syahadah, memiliki hafalan yang kuat, dan tinggal melanjutkan proses penghafalan al-Qur’an agat menjadi suatu ilmu yang bisa diimplementasikan saat menjadi alumni nanti. Itu semua menjadi suatu keunggulan STKQ Al-Hikam.
Kepada anak-anak, ia menyampaikan, “Kami sangat mengharapkan apa yang diberikan oleh Al-Hikam bisa menjadi karakter yang terbangun dalam diri kalian.” Siap untuk terjun ke masyarakat, lanjutnya, menjadi insan yang Qur’ani yang memberi dampak ke berbagai lini kehidupan dan menjadikan al-Qur’an sebagai rujukan.
Pada pengujung sambutannya, Aep Saepuloh atas nama wali wisudawan mengucapkan terima kasih banyak atas pelayanan, bimbingan, dan arahan para guru STKQ Al-Hikam Depok kepada anak-anak mereka. “Semoga menjadi amal jariyah,” tutupnya.
Penting untuk diketahui bahwa sebelum wisuda, para calon wisudawan STKQ Al-Hikam Depok diwajibkan untuk mengabdikan diri, mengamalkan ilmu yang dimiliki di daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar di Indonesia (3T). Pengalaman yang luar biasa tersebut, diharapkan bisa semakin melatih dan menguatkan mental para santri STKQ Al-Hikam agar kuat ditempa dalam kondisi apa pun, terutama dalam menjalani misi dakwah di tempatnya masing-masing kelak. [Edithya Miranti]



















