Jakarta, Gontornews—Pekikan takbir menyambut kedatangan masa umat Islam dari Ciamis yang berjalan kaki ke monas untuk mengikuti aksi bela Islam III pada Jum’at (2/12). Mereka terlihat letih dan lelah, karena baru saja melakukan perjalanan berhari-hari dengan jarah tempuh yang sangat jauh.
Panitia GNFP MUI segera mempersilahkan perwakilan rombongan naik ke atas panggung aksi bela Islam III untuk menyampaikan pesan dan pengalamannya.
Setelah mengucap salam, seorang perwakilan rombongan memulai pembicaraan, bahwa banyak yang bertanya mengapa warga Ciamis semangat melakukan aksi jalan kaki atau longmarch ke Jakarta. Pertama, paparnya, karena hati umat Islam terpaut pada al-Qur’an.
Kedua, setelah bermusyawarah dengan para kiai untuk berangkat 50 orang terkendala kendaraan, warga Ciamis memutuskan datang dengan berjalan kaki.
“Ada yang bilang ini hoak, bukan tapi ini karena Ahok,” paparnya diatas panggung.
Lebih lanjut, semangatnya menghadiri aksi bela Islam III karena di pesantren diajarkan tidak akan berpangku tangan manakala ada yang menghina al-Qur’an dan ulama. Dengan kebulatan tekat tersebut, lanjutnya, masa yang siap berangkat ke Jakarta bertambah hingga mencapai 10 ribu orang.
“Kami berkumpul di masjid agung dan disambut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan. Kami berharap masa umat Islam bergerak menjadi satu seperti gerakan air, sampai Kapolri menjebloskan Ahok ke penjara,” tegasnya.
Ia yakin jika umat Islam di Indonesia bersatu tak ada lagi pihak yang berani melecehkan agama. Demikian juga kerukunan dan kedamaian akan semakin kokoh di Indonesia. Indonesia, menurutnya, memiliki modal besar sebagai bangsa yang menjunjung nilai-nilai agama.
“Ini adalah karunia dari Allah SWT. Takbir! Allahu Akbar!,” pekiknya penuh semangat. [Ahmad Muhajir





















