Sudan: Korban tewas dari protes meningkat menjadi 24Khartoum, Gontornews — Jumlah pengunjuk rasa yang tewas di Sudan telah meningkat menjadi 24 sejak demonstrasi dimulai bulan lalu. Demikian menurut kepala komite pencari fakta negara itu, seperti dikutip Aljazeera.
Namun kelompok-kelompok dan aktivis HAM menyatakan jumlah korban jauh lebih banyak dari angka itu.
Menurut Human Rights Watch, setidaknya 40 orang tewas dalam bentrokan selama demonstrasi anti-pemerintah.
Orang-orang turun ke jalan pada 19 Desember setelah pemerintah menaikkan harga roti tiga kali lipat. Sejak itu, ketegangan meningkat menjadi aksiunjuk rasa nasional. Para pemrotes menyerukan pengunduran diri Presiden Omar al-Bashir.
Menanggapi demonstrasi, polisi anti huru hara dan agen keamanan telah membubarkan demonstrasi dengan menembakkan amunisi langsung dan tembakan gas air mata, kelompok hak asasi melaporkan.
Hiba Morgan dari Aljazeera, yang melaporkan dari Khartoum, mengatakan peluru pekan lalu ditembakkan di sebuah rumah sakit di Omdurman, kota terbesar kedua Sudan, yang menargetkan pasien dan dokter.
Al-Bashir, yang telah memerintah negara itu sejak kudeta militer pada tahun 1989 dan tetap dicari oleh Pengadilan Keadilan Internasional untuk kejahatan perang, mengatakan aksi protes itu digerakkan oleh “konspirator”.
Dalam pernyataan bersama pada Selasa pekan lalu, Amerika Serikat, Norwegia, Kanada, dan Inggris mengecam kekerasan itu dan mengatakan tindakan dan keputusan Sudan itu akan mendatangkan intervensi dari negara-negara lain. [Rusdiono Mukri]





















