London, Gontornews — Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan kesehatan menyusul peningkatan suhu, hingga 31 derajat Celcius, di sekitar wilayah, Senin (14/9). Public Health England (PHE) menjelaskan peningkatan suhu panas akan melanda Inggris bagian tenggara dan timur. PHE pun mendesak otoritas terkait untuk melakukan pemeriksaan bagi kelompok masyarakat paling rentan terhadap suhu panas.
βMereka yang pulih dari Covid-19, orang tua dan orang dengan kondisi (gangguan) kesehatan akan lebih rentan selama musim panas ini,β kata konsultan PHE, Ishani Kar-Purkayastha, kepada Sky News.
βPesan penting adalah memastikan agar mereka tetap memiliki cairan tubuh yang cukup, tetap dingin serta mengambil langkah pencegahan agar tidak mengalami panas berlebih,β sambungya.
Ancaman cuaca panas di Inggris tiba ketika pemerintah memberlakukan aturan ketat menyusul peningkatan kasus Covid-19.
Pemerintah Inggris memberlakukan ancaman hukum bagi siapa saja yang berkumpul lebih dari enam orang. Aturan tersebut juga berlaku baik di dalam maupun di luar ruangan. Artinya, pemerintah juga melarang pertemuan di taman maupun pantai.
PHE memperkirakan suhu di Inggris akan terus beranjak naik hingga 30 derajat Celcius di wilayah selatan. Sementara pada Selasa, suhu tersebut juga akan meningkat hingga mencapai 31 derajat Celcius.
βSelasa kami melihat ketinggian suhu mencapai 30 Derajat Celcius, bahkan mencapai 31 derajat Celcius, di bagian tenggara. Tetapi, peningkatan suhu akan mendingin di wilayah barat daya,β kata John Griffiths dari Met Office.
βAkan ada potensi hujan es di wilayah barat dan satu atau dua wilayah akan mengalami hujan es deras. Namun, biasanya, wilayah tersebut sangat terisolasi,β sambungnya.
Griffiths berharap rekor suhu panas tertinggi pada 1906 tidak terulang kembali. Saat itu, suhu Inggris mencapai 35,6 derajat Celcius.
βBukan hal yang aneh jika sepanjang tahun ini, kami sering mengalami cuaca hangat di bulan September,β tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















