Kopenhagen, Gontornews — Pemerintah Swedia, Rabu (6/10/2021), menangguhkan penggunaan vaksin Moderna bagi warga berusia 18 tahun ke atas. Penangguhan ini merupakan bentuk pencegahan dari risiko efek samping vaksin seperti peradangan otot jantung atau perikardium. Meski demikian, badan kesehatan Swedia menyebut bahwa risiko tersebut sangat kecil.
“Risiko terkena dampak sangat kecil,” ungkap Badan Kesehatan Masyarakat Swedia sebagaimana dilansir AFP.
Kepala pakar epidemologi Swedia, Anders Tegnell, mengatakan pihaknya terus mengikuti situasi dengan cermat untuk memastian keamanan vaksin.
“Kami terus mengikuti situasi dengan cermat dan bertindak cepat untuk memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 selalu aman. Pada saat yang sama, (vaksin) juga memberikan perlindungan yang efektif,” ungkap Tegnell.
Pada bulan Juli lalu, European Medicines Agency mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Moderna bagi anak-anak usia 12-17 tahun. Tidak lama kemudian, Uni Eropa lantas mengeluarkan izin serupa bagi warga berusia 18 tahun ke atas di 27 negara Uni Eropa. Moderna juga telah mendapatkan lisensi dari negara-negara seperti Inggris, Kanada dan Amerika Serikat.
Para praktisi kesehatan mencatat efek samping Moderna, umumnya, sakit di bagian lengan, sakit kepala hingga kelelahan. Dalam beberapa kasus, vaksin Moderna menyebabkan demam bagi para penerimanya.
Akan tetapi, regulator obat-obatan Amerika Serikat dan Eropa mengingatkan risiko nyeri dada dan peradangan jantung dari penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer.
“Biasanya, hilang dengan sendirinya,” ungkap Otoritas kesehatan Swedia menjawab keamanan penggunaan vaksin Moderna.
Analisis badan Nordic mengungkap bahwa insiden itu terhubung dengan vaksinasi Covid-19 bagi remaja laki-laki dan dewasa. Risiko ini terlihat empat pekan setelah pasien mendapatkan vaksin Moderna.
“Peningkatan risiko terlihat dalam empat pekan setelah vaksinasi, terutama dalam dua pekan pertama,” kata Nordik.
Penelitian tentang efek samping Moderna bagi usia masyarakat dewasa dilaksanakan oleh Statens Serum Institute Denmark, National Institute of Public Health yang berbasis di Norwegia serta Institute for Health anda Welfare.
“Berdasarkan prinsip kehati-hatian, kami hanya akan mengundang anak-anak dan remaja untuk menerima vaksin ini, apalagi mengingat fakta bahwa vaksin ini telah diterima mayoritas anak-anak dan remaja,” ungkap Bolette Soeborg mewakili badan kesehatan pemerintah. [Mohamad Deny Irawan]




















